SOOBIN, Dolce & Gabbana dan Kekuatan yang Terus Tumbuh dari Male K-Beauty
By Andrea Sacal
Dulu, pengumuman fashion ambassador pria biasanya membutuhkan setelan jas, ekspresi serius, dan mungkin jam tangan yang diletakkan secara strategis: SOOBIN mendapat skincare. Saat Dolce & Gabbana resmi menamai leader TOMORROW X TOGETHER itu sebagai global brand ambassador terbarunya, visual debutnya menawarkan sesuatu yang lebih menarik daripada sekadar K-pop star lain yang tampil sempurna dalam balutan busana. Di samping potret fashion yang memang diharapkan, SOOBIN tampil dalam visual beauty yang lebih intim: kulit yang tampak bercahaya dan produk di tangan, saat ritual glass skin-nya menjadi pusat perhatian.
Meski penunjukan SOOBIN menambah satu idol lagi ke daftar ambassador luxury fashion yang semakin padat, momen ini juga hadir ketika standar kecantikan pria Korea semakin berpengaruh jauh melampaui Seoul.
Hubungan SOOBIN dengan Dolce & Gabbana sebenarnya sudah terjalin selama bertahun-tahun sebelum gelar ambassador resminya tiba. Pada bulan Juni, ia menghadiri fashion show menswear Spring/Summer 2027 label asal Italia itu selama Milan Fashion Week, tampil dalam blazer hitam yang tajam, kemeja putih bersih, dan bros bunga biru. Sebulan kemudian, hubungan itu melangkah melampaui barisan depan dengan editorial GQ Korea yang menampilkan SOOBIN mengenakan koleksi dari Fall/Winter 2026 “SARTORIALE” pre-collection milik rumah mode tersebut. Difoto di sekitar Milan, SOOBIN bergerak di antara setelan jas berpotongan tegas, coat, dan item yang lebih santai, membawa kehadirannya yang lembut ke rumah mode yang secara historis dikenal lewat sensualitas Sisilia, teatralitas, dan sikap maksimalis tanpa kompromi.
Keputusan Dolce & Gabbana untuk memperkenalkan SOOBIN melalui lini beauty mereka mencerminkan pendekatan brand yang mengutamakan perhatian dalam penunjukan idol. Idol TXT ini mewakili generasi yang membantu membuat skincare, makeup, dan grooming untuk pria terasa jauh lebih tidak tabu. Dengan kata lain, K-pop boy favoritmu bukan hanya menjual tampilan, tapi mungkin juga serum yang ada di kulitnya. Itulah yang membuat Dolce&Gabbana dan SOOBIN terasa cocok sekali: citra brand Domenico Dolce dan Stefano Gabbana kerap menangkap sosok pria berbusana rapi dengan kulit berkilau yang bersiap liburan ke Eropa, sementara energi SOOBIN yang polished di luar panggung menjadikannya katalis yang sempurna bagi langkah awal Dolce&Gabbana ke ranah K-pop.
Dunia visual TXT sejak lama memungkinkan para member bergerak di antara romantisisme, fantasi, preppy, grunge, dan maskulinitas tradisional tanpa memperlakukan beauty sebagai sesuatu yang harus disembunyikan dari publik. Kampanye luxury yang berfokus pada skincare terasa seperti kelanjutan alami dari citra visual SOOBIN, dengan kelembutan alaminya yang tetap bersinar lewat lensa kamera.
K-beauty sendiri saat ini tengah menikmati lonjakan global besar lainnya. Korea melampaui Prancis untuk menjadi pemasok produk kecantikan terbesar ke AS pada 2024, dan male beauty berkembang seiring itu. Popularitas K-beauty yang terus meningkat menegaskan bahwa skincare tidak perlu membuktikan sisi maskulinnya; yang penting hanya membuat kulit terlihat bagus. Melihat para idol pria rutin difoto dengan kulit bercahaya, rambut tertata rapi, kuku terawat, dan makeup yang polished membuat beauty unisex terasa bukan lagi penyimpangan dari maskulinitas, melainkan bagian biasa dari rutinitas harian semua orang.
Rumah mode mewah telah bertahun-tahun menyadari bahwa ambassador K-pop bisa menghadirkan sesuatu yang sulit ditiru kampanye selebritas konvensional, dan penunjukan SOOBIN di D&G menunjukkan bahwa dominasi K-pop kini meluas ke setiap rumah mode. Dolce&Gabbana bergerak di bidang fashion, aksesori, fragrance, dan beauty, memberi ruang bagi ambassador seperti SOOBIN untuk hadir dalam sebuah lifestyle utuh, bukan sekadar melekat pada tailoring rapi yang selama ini menjadi ciri khas brand. Hubungan SOOBIN dengan brand ini sudah terasa natural: ia mendukung Dolce&Gabbana dari front row di Milan, mengenakan tailoring-nya dalam editorial, dan kini melangkah ke peran global resmi — sebuah perkembangan yang terasa wajar bagi seorang idol multi-talenta yang bisa melakukan semuanya. Penunjukan ini terasa kurang seperti jodoh mewah dan lebih seperti pengesahan formal atas sesuatu yang memang sudah berjalan.
Dolce & Gabbana membawa puluhan tahun glamour Italia dan selera terhadap keindahan yang tanpa maaf; SOOBIN membawa versi maskulinitas yang dibentuk oleh generasi K-pop yang nyaman memandang beauty sebagai sesuatu untuk dinikmati, bukan dipertahankan. Tailoring mungkin membawanya masuk ke pintu Dolce&Gabbana, tetapi skincare justru bisa memberi petunjuk yang jauh lebih besar tentang arah citra maskulin selanjutnya.




