HYBE INDIA Membidik Generasi Berikutnya Talenta Pop India

HYBE INDIA Membidik Generasi Berikutnya Talenta Pop India

Oleh Hasan Beyaz

HYBE INDIA telah meluncurkan program audisi terbuka yang bertujuan menemukan dan mengembangkan artis dari India dan diaspora India — langkah paling langsung perusahaan sejauh ini ke salah satu pasar musik dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Audisi HYBE INDIA akan berlangsung melalui pengiriman online dan audisi langsung di kota-kota utama India, dengan pelamar terpilih ditawarkan akses ke infrastruktur pelatihan dan produksi HYBE. Rincian mengenai kota-kota tertentu, tanggal, dan kriteria kelayakan belum dikonfirmasi; informasi lebih lanjut diharapkan akan diumumkan melalui situs resmi HYBE INDIA dan saluran sosialnya.

Program ini merupakan bagian dari strategi 'multi-home, multi-genre' HYBE — kerangka yang diformalkan oleh perusahaan yang berkantor pusat di Seoul tersebut dalam restrukturisasi HYBE 2.0 pada 2024, yang dirancang untuk memperluas model pengembangan artisnya di luar Korea Selatan, bukan sekadar mengekspor K-pop. Logikanya adalah adaptasi, bukan replikasi: membangun pusat kreatif di pasar baru yang berbagi infrastruktur produksi dan monetisasi HYBE namun menghasilkan konten yang berakar pada budaya lokal.

Ini adalah model yang telah diuji perusahaan selama beberapa tahun. Di Jepang, boy band &TEAM memulai debut pada 2022 setelah dikembangkan sepenuhnya melalui anak perusahaan lokal HYBE, membangun basis penggemar regional dari pertunjukan di kota-kota kecil sebelum naik ke arena. Di AS, KATSEYE — grup multibahasa beranggotakan enam orang yang dibentuk melalui proyek bersama dengan Geffen Records — memulai debut pada 2024 dan sejak itu melampaui 36 juta pendengar bulanan di Spotify, menunjukkan bahwa sistem pelatihan K-pop bisa menghasilkan daya tarik jauh di luar Korea. HYBE Latin America, yang diluncurkan pada 2023, sedang membangun studio produksi di Mexico City dan menandatangani artis secara lokal. Setiap wilayah mendapatkan infrastruktur, bukan hanya produk jadi.

India adalah taruhan berikutnya dan bisa dibilang yang paling signifikan. HYBE INDIA, yang berbasis di Mumbai, didirikan sebagai pusat operasional perusahaan untuk Asia Selatan, dan peluncuran audisi ini adalah inisiatif besar pertama yang menyasar talenta yang keluar darinya. Daya tarik negara ini mudah dipahami: populasi 1,4 miliar, industri musik domestik dengan keragaman regional yang dalam, diaspora yang tersebar secara global dengan keterikatan budaya yang kuat pada musik pop dan film India, serta audiens yang beralih langsung dari format fisik ke streaming. Pengembangan artis yang terstruktur dan dapat diskalakan secara global — jenis yang menjadi spesialisasi HYBE — masih relatif jarang di pasar India pada level tersebut.

Apa yang dijanjikan perusahaan melampaui sekadar pencarian talenta. Ambisi yang dinyatakan adalah sebuah pipeline penuh: pengembangan kreatif, pelatihan penampilan, dan apa yang HYBE sebut sebagai "global storytelling", membangun artis yang mampu menembus berbagai pasar. Framing itu menempatkan HYBE INDIA bukan sebagai pesaing label India yang dominan seperti T-Series, yang kekuatannya terletak pada katalog dan integrasi Bollywood, melainkan sebagai sesuatu yang secara struktural berbeda — mengimpor sebuah sistem yang memperlakukan artis sebagai kekayaan intelektual jangka panjang di seluruh musik, acara langsung, merchandise, dan platform digital.

Pertanyaan sebenarnya adalah apakah HYBE bisa menjalankan itu di pasar yang serumit dan terfragmentasi secara linguistik seperti India. Strategi 'multi-home, multi-genre' telah menghasilkan hasil di pasar dengan lanskap pop yang lebih homogen. India adalah pasar yang lebih sulit ditembus. Tetapi audisi inilah cara jawaban mulai terbentuk — dan jendelanya sekarang terbuka.