Dari K-Pop Menjadi Fenomena Global: BTS Mendefinisikan Ulang Kesuksesan
oleh Ella Okunmwendia
"BTS adalah, sampai saat ini, perwujudan paling sukses dari fenomena Hallyu tentang ekspor budaya pop Korea," menyatakan Dr. Wantanee Suntikul dari Hong Kong Polytechnic University. Grup beranggotakan tujuh orang ini, yang debut pada 13 Juni 2013, diberi label sebagai grup K-pop paling sukses. Label ini muncul karena popularitas mereka di seluruh dunia dan banyak pencapaian mereka. Para anggota grup adalah:
Pengaruh dari Seluruh Dunia
Artis-artis dari Korea Selatan dan negara lain telah menginspirasi anggota BTS. Mereka menyebut artis Korea seperti EPIK HIGH, Rain, Tiger JK, dan Big Bang, antara lain, sebagai pengaruh musikal. Pengaruh musik Barat mereka meliputi rapper seperti NAS, J. Cole, Kris Kross, dan Eminem serta penyanyi seperti Michael Jackson, Beyonce, Charlie Puth, dan lain-lain. Paparan grup terhadap hip-hop telah membentuk musik mereka, menggabungkan elemen-elemen genre tersebut untuk menciptakan gaya unik mereka.
Seperti musik mereka, koreografi BTS dinamis dan menggabungkan berbagai gaya tari untuk menciptakan penampilan yang memikat secara visual. Contohnya adalah koreografi untuk lagu hit mereka tahun 2018 "IDOL". Koreografinya menggabungkan tarian Afrika Selatan Gwara-Gwara, Shaku Shaku dari Nigeria, dan tarian Afro-Brazilian Maracatu. "Boy With Luv" juga menampilkan gerakan shoulder shrug yang populer dalam budaya Desi. Kru tari Norwegian-Pakistani The Quick Style, yang mengoreografikan lagu itu, memasukkan gerakan tersebut karena mereka menggabungkan aspek-aspek budaya mereka ke dalam koreografi. Grup ini, yang bangga akan warisan Korea mereka, secara konsisten menambahkan unsur-unsur tarian Korea ke dalam koreografi mereka. Dalam "Blood, Sweat, & Tears", koreografi menampilkan gerakan kanan-kiri-atas-bawah pada setiap ketukan, mirip dengan tarian tradisional Korea, sabangchigi.
Menyatukan Budaya melalui musik dan representasi
Pengaruh BTS tidak terbatas pada genre dan tarian saja, tetapi juga pada tema yang mereka angkat dalam musiknya. Daya tarik global para anggota berasal dari refleksi mereka terhadap pengalaman dan emosi yang dapat dirasakan orang-orang di berbagai budaya. Musik mereka menyentuh tema-tema universal seperti mencintai diri sendiri, mimpi, dan isu sosial yang beresonansi dengan banyak anak muda. Terutama, nama grup, Bangtan Sonyeondan, yang diterjemahkan menjadi "Bulletproof Boy Scouts," adalah bukti peran mereka sebagai juru bicara untuk isu-isu yang memengaruhi kaum muda.
Foto disediakan oleh BTS's Social Media
Salah satu elemen penting dalam diskografi dan evolusi artistik mereka adalah trilogi "Love Yourself": Love Yourself 承: Her, Love Yourself 轉: Tear, dan Love Yourself 結: Answer. Sementara lagu-lagu sebelumnya mengeksplorasi masa muda dan kritik sosial, seri album ini merupakan upaya grup untuk menjawab masalah-masalah yang dihadapi anak muda. Dirilis pada 2017, bagian pertama, Love Yourself 承: Her, menangkap ekspresi kegelisahan karena cinta. Saat ditanya untuk menjelaskan pesan untuk bagian kedua, Love Yourself 轉: Tear, leader RM mengatakan, "Jika kamu sedang jatuh cinta dan tidak jujur pada dirimu sendiri, cinta itu tidak akan bertahan." Album terakhir dari seri Love Yourself, Love Yourself 結: Answer, membawa satu pesan: "Mencintai diri sendiri adalah tempat di mana cinta sejati dimulai."
BTS tidak hanya menyebarkan pesan cinta diri lewat musik mereka, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata. Pada 2017, mereka bekerja sama dengan komite Korea dari United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) untuk kampanye "Love Myself". Kampanye tersebut bertujuan mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak dan remaja sambil mempromosikan pentingnya mencintai diri sendiri. Hingga 2021, BTS telah mengumpulkan $3.6 million untuk kampanye itu. Selain seri album Love Yourself dan kampanye Love Myself, BTS mengintegrasikan bahasa isyarat dalam koreografi "Permission to Dance". Penggunaan isyarat untuk kata-kata seperti "enjoy," "dance," dan "peace" mencerminkan komitmen grup terhadap inklusivitas.
Menyatukan Bangsa-Bangsa Melalui Melodi
BTS telah memulai perjalanan pertukaran budaya, menggabungkan gaya musikal dan menciptakan fusi harmonis yang melampaui batas. Dari ikon pop dan rap hingga produser ternama, BTS telah berkolaborasi dengan banyak bintang musik non-Korea, menciptakan jembatan antar budaya dan memungkinkan penggemar di seluruh dunia terhubung lewat musik.
Mulai dari kolaborasi mereka pada 2014 dengan penyanyi Vietnam-Australia Thanh Bui hingga dengan artis Barat seperti Nicki Minaj, Halsey, The Chainsmokers, Sia, dan lainnya, BTS telah melangkah melampaui ranah musikal mereka, berani merangkul genre yang berbeda. Kolaborasi BTS juga memainkan peran penting dalam meruntuhkan penghalang bahasa dan mendorong apresiasi lintas budaya. Dengan bekerjasama bersama artis terkenal seperti Lauv, Zara Larsson, dan Charli XCX, BTS menunjukkan fleksibilitas mereka dan kesediaan untuk mengeksplorasi suara dan bahasa baru. Lagu-lagu seperti "Make It Right" yang menampilkan Lauv dan "A Brand New Day" bersama Zara Larsson memadukan lirik berbahasa Inggris dan Korea.
Foto disediakan oleh BTS's Social Media
Sebagai artis solo, para anggota telah bekerja dengan berbagai bintang internasional. Kolaborasi j-hope dengan Becky G pada "Chicken Noodle Soup" menjadi fenomena global, memadukan lirik Korea dan Spanyol ke dalam trek hip-hop yang catchy. Anggota termuda, Jungkook, juga menyentuh budaya Arab dengan singel 2022-nya, "Dreamers", yang menjadi bagian dari soundtrack FIFA World Cup 2022 yang digelar di Qatar. Kolaborasi BTS tidak sekadar mencampurkan gaya musik; mereka juga menunjukkan rasa hormat dan penghargaan yang mendalam terhadap berbagai budaya.
Harta Nasional Korea Selatan
BTS berperan besar dalam mempromosikan pariwisata di Korea melalui musik, penampilan, dan representasi budaya mereka. Mereka mengambil lokasi syuting video musik yang indah, menampilkan lanskap Korea yang memukau dan menarik pengunjung. Dengan memasukkan elemen tradisional Korea ke dalam musik dan penampilan mereka, BTS telah membangkitkan rasa ingin tahu terhadap budaya Korea, menarik penggemar dari seluruh dunia yang ingin mengalaminya secara langsung. Dalam wawancara dengan BBC Radio 5 Live, YouTuber Korean Billy mengungkapkan bahwa orang-orang di Britania Raya mulai tertarik pada budaya Korea. Begitu pula, mereka mulai memasukkan kata-kata Korea ke dalam lingua franca mereka. Selain itu, pendaftaran kelas bahasa Korea meningkat pesat pada 2017.
Foto disediakan oleh BTS's Social Media
Menurut Hyundai Research Institute, sekitar tujuh persen wisatawan asing ke Korea Selatan datang ke negara Asia itu karena grup beranggotakan tujuh ini. Banyak penggemar mengaku mengunjungi Korea berkat cinta mereka pada grup. "10 years ago, when BTS debuted, it was the day I left Korea and swore to never go back(the worst culture shock ever)," tulis seorang penggemar di Twitter. "Fast forward 2.5 years, and I gathered the courage thanks to BTS and gave Korea another try."
Selain tur mereka, yang juga menarik pengunjung, grup ini diangkat sebagai duta pengendorse untuk Seoul. Septet ini tampil dalam video pariwisata resmi oleh Seoul Metropolitan Government sebagai "Face of Seoul." Sebagai grup dengan penggemar di banyak bagian dunia, BTS memberikan dampak besar dalam mendorong pertukaran budaya dan saling pengertian.
BTS adalah bukti kemampuan musik untuk menyatukan orang. Dengan basis penggemar yang kuat di hampir setiap negara, pengaruh mereka melampaui musik dan merambah ke diplomasi budaya.