Comeback Corner
IU, YOUNGTAK, NAZE & MORE
Baca terus pilihan kami untuk pekan ini.
Oleh Chyenne Tatum
Rilisan K-pop pekan ini sebagian besar berfokus pada grup-grup rookie — mereka yang baru saja debut dan sedang berusaha menemukan pijakan serta ceruk mereka di industri ini. Mulai dari debut Jepang nu-disco NAZE, dualitas manis hyper-pop milik S2IT, hingga sentuhan nostalgia rock/pop ala generasi kedua dari ASC2NT, inilah lagu-lagu yang layak mendapat lebih banyak perhatian. Dua pengecualian sekaligus senior di daftar ini adalah “Digital Queen” IU dengan nomor bernuansa melankolis, serta penyanyi trot YOUNGTAK dengan rilisan tak terduga yang menarik dan menunjukkan versatilitasnya.
IU - “Unknown Planet”
Comeback IU selalu terasa seperti sebuah peristiwa, mengingat pengaruh, bakat, dan warisannya sebagai solois Korea. Kali ini pun rasanya tidak berbeda, saat sang penyanyi merilis digital single terbarunya, “Unknown Planet,” sebuah lagu synthwave dan dream-pop yang digerakkan oleh instrumental dramatis berbasis synth dan melodi teatrikal. Dengan tema tentang perpisahan, penutupan emosional, dan melangkah maju, IU membiarkan vokalnya melesat di atas aransemen synth yang kuat dan kosmik ini, menambahkan lapisan kedalaman dan kerinduan lain pada pesan melepaskan sebuah hubungan. Judul Korea-nya, “이 별로부터,” secara harfiah dapat diterjemahkan menjadi “Dari Bintang Ini” atau “Dari Perpisahan,” yang menyoroti patah hati akibat jarak emosional setelah putus. Secara sonik, lagu ini teatrikal dan sangat memikat, tetapi secara emosional, ini adalah lagu yang layak didengarkan perlahan dan dibedah setiap momen melodi serta vokalnya.
YOUNGTAK - “GOGO”
Setelah tiga tahun, solois Korea YOUNGTAK telah merilis album studio ketiganya, GOGO, dengan title track berjudul sama. Meski ia debut sebagai penyanyi balada dan kemudian dikenal sebagai penyanyi trot, YOUNGTAK telah membuktikan bahwa bakatnya jauh lebih luas dari yang terlihat. Dibuka dengan melodi gitar akustik yang lembut dan vokal sang penyanyi yang mulus, “GOGO” bermain-main dengan ekspektasi pendengar — yang awalnya terdengar seperti pembuka lagu trot tradisional, tiba-tiba berubah menjadi gebrakan electronic dance saat bass berat masuk. Dari sana, lagu ini terus berdenyut saat energinya meningkat dengan synth tajam yang disuntikkan ke dalam ritmenya yang adiktif. Jika Anda sudah familiar dengan YOUNGTAK, Anda pasti tahu ini bukan pertama kalinya ia memasukkan genre modern ke dalam diskografinya. Tapi kalau Anda baru mengenalnya, bersiaplah karena “GOGO” penuh dengan kejutan dan perubahan arah yang seru.
NAZE - “I LIKE IT”
Setelah debut awal tahun ini, boy group NAZE mengambil langkah yang lebih tak terduga untuk proyek kedua mereka. Alih-alih menindaklanjuti debut mereka dengan comeback Korea, grup beranggotakan tujuh orang ini langsung melangkah ke debut Jepang mereka lewat “I LIKE IT.” Digambarkan sebagai lagu dance-pop dengan sentuhan nu-disco, “I LIKE IT” dibangun di atas premis percaya diri bahwa hal-hal yang Anda sukai, sekecil apa pun menurut orang lain, adalah yang membentuk siapa diri Anda. Dengan gitar bergaya vintage, bass yang groovy, dan motif siulan yang youthful, lagu ini menangkap perasaan ringan dan bebas saat menerima diri sendiri serta semua hal yang membawa kebahagiaan, terlepas dari apakah itu dianggap “keren” atau tidak. Sama seperti pesannya, “I LIKE IT” adalah tipe lagu santai yang tahu persis apa yang ingin disampaikan dan tidak terlalu serius terhadap dirinya sendiri.
S2IT - “Blue Crush”
Debut awal tahun ini di bawah agensi hiburan K-pop Monster Brain, girl group beranggotakan lima orang S2IT kembali dengan digital single ketiga mereka, “Blue Crush.” Berlatar di ruang bernuansa biru yang dreamy dengan estetika seperti boneka, “Blue Crush” menemukan keseimbangan sempurna antara kelembutan dan kekuatan. Digambarkan sebagai lagu hyper-pop, lagu ini memadukan bunyi lonceng music box untuk menciptakan suasana yang mewah sebelum menaikkan energinya dengan ritme Jersey club yang menular. Menurut Monster Brain, lagu ini meninggalkan kesan kuat lewat progresinya yang tak terduga saat para member beralih mulus antara kelembutan dan intensitas. Meski ini baru single ketiga mereka, S2IT sudah menunjukkan sound yang menjanjikan untuk karya-karya berikutnya.
ASC2NT - “If I Die Tomorrow”
Dua bulan setelah merilis digital single terakhir mereka, boy group ASC2NT kembali dengan EP kedua mereka, Still With You, dan title track-nya, “If I Die Tomorrow.” Didefinisikan oleh lanskap suara yang anthemik dan sinematik, lagu ini adalah pop berbalut rock yang sangat menonjolkan tema megah dan dramatis tentang ingin tetap bersama seseorang bahkan jika dunia sedang runtuh. Bagian chorus-nya digerakkan oleh vokal berlapis para member dan garis melodi yang membuncah, mengingatkan pada boy group generasi kedua. Namun, melihat kredit lagunya, hal itu tidak mengejutkan, mengingat produser Korea Kang Jiwon adalah satu-satunya produser dan penulis lagu “If I Die Tomorrow,” sosok yang juga pernah bekerja dengan grup veteran seperti B.A.P., BEAST, dan SECRET. Dengan rekam jejaknya, pengaruh era 2010-an terasa dalam cara baru — bukan sekadar salinan mentah, melainkan versi yang diperbarui dari yang lama. Di antara vokal para member yang megah dan gaya rap modern, rilisan terbaru ASCENT adalah titik tengah yang pas antara lama dan baru.