Comeback Corner

TXT, ONEWE, ZEROBASEONE & More

Baca terus untuk pilihan kami minggu ini.

By Chyenne Tatum

Rilisan K-pop minggu ini mencakup dua comeback Jepang yang penuh emosi, sebuah penutup bak film untuk dongeng rock & roll, dan tiga kolaborasi yang menyenangkan dan mengejutkan, baik dari sisi vokal maupun produksi. Entah itu penampilan terbaru ZEROBASEONE sebagai grup beranggotakan lima orang atau kembalinya produser terinspirasi gaya ‘80-an yang terkenal, Sweetune, inilah beberapa pilihan terbaik minggu ini.


TXT - “Setsuna Hanabi”

Setelah merilis EP Korea kedelapan mereka, 7TH YEAR: A Moment of Stillness in the Thorns, pada April lalu, grup beranggotakan lima orang TXT kembali dengan singel Jepang kelima mereka, “Setsuna Hanabi.” Mengusung ritme berdenyut dari Brazilian funk, “Setsuna Hanabi” – yang berarti “kembang api sesaat” – terasa dinamis pada beat-nya, namun melankolis pada melodinya. Secara lirik, lagu ini membandingkan tampilan sementara dari kembang api pertengahan musim panas dengan perpisahan yang tak terelakkan. Tanpa mengetahui makna terdalamnya sejak awal pun, nuansa sendunya sudah terasa dan terdengar lewat penyampaian vokal para member, seperti merindukan sesuatu yang bahkan tak kamu sadari bakal kamu rindukan. Itulah salah satu ciri khas TXT – mampu bergerak berlawanan dengan irama lagu yang begitu adiktif dan menggali lebih dalam apa yang sebenarnya disampaikan di baliknya.

ONEWE - “Scenario”

Setelah memulai seri baru “Dot·Line·Plane” mereka dengan single album, 點 : The Quiver, pada Mei dan digital single, 線 : The Wake, pada Juli, band rock Korea ONEWE secara resmi menutup saga ini dengan album studio, 面 : Unknown Atlas. Lagu utamanya, “Scenario,” adalah lagu alt-rock yang memadukan melodi piano yang bersemangat dengan suara string yang megah, sementara liriknya mengikuti proses menemukan kembali mimpi dan gairah. Setiap member memainkan perannya seperti karakter yang ditentukan dalam sebuah film – vokal Kanghyun, Giuk, dan Dongmyeong berfungsi sebagai narasi musikal, sementara drumming Harin menjaga alur cerita tetap kokoh, dan solo gitar Kanghyun membawa lagu ini ke klimaks yang menguatkan. Dengan tiap rilisan dalam saga ini berfokus pada dongeng dan kisah mitologis, “Scenario” terasa seperti penutup yang sempurna bagi perjalanan magis ONEWE.

ZEROBASEONE - “Existence”

Setelah restrukturisasi besar dari sembilan member menjadi lima pada awal tahun ini, ZEROBASEONE kembali dengan EP Jepang kedua mereka, 回帰LOVE. Lagu utama, “Existence” – yang dirilis lebih dulu pada 10 Agustus – adalah lagu sentimental yang bertumpu pada melodi, dengan fokus pada tema nostalgia tentang masa muda dan koneksi, dan ditulis oleh band Jepang Omoinotake. Berbeda dengan sound R&B berat yang mereka usung lewat “TOP 5” pada Mei lalu, “Existence” memilih gaya city pop yang lebih ringan. “Aku bisa menjadi diriku yang dulu / Hari-hari biasa yang kuhabiskan bersamamu / Aku iri pada semuanya, sementara waktu hanya terus berlalu,” nyanyi Taerae pada bait pertama. Secara musikal, ini cocok dengan tema lagunya, dan vokal para member sama menyegarkannya dalam warna yang lebih lembut ini seperti saat mereka membawakan materi yang lebih sophisticated.

JUN. K - “Your Lips (feat. WENDY)”

Dua bulan setelah merilis singel pop/R&B terbarunya, “Midnight Ticket,” member 2PM sekaligus solois JUN. K kembali dengan “Your Lips,” yang menampilkan Wendy dari Red Velvet. Jika “Midnight Ticket” menghadirkan nuansa yang lebih santai dan sensual, “Your Lips” menaikkan tempo dengan synthesizer yang dreamy dan elemen dance-pop groovy yang membuat lagu R&B ini terasa lebih seperti malam glamor di kota. Secara vokal, tak ada pasangan yang lebih pas untuk duet ini selain Wendy – warna suaranya yang hangat dan ringan berpadu alami dengan timbre soulful JUN. K, dan ada chemistry dalam cara vokal mereka saling bersahutan yang mendukung atmosfer romantis serta ketulusan lagu ini.

MASHIRO - “HOTLINE (feat. BOBBY)”

Setelah debut sebagai member Kep1er pada 2022, lalu debut ulang di girl group MADEIN pada 2024, idol Jepang Mashiro kini melakukan debut solo lewat “HOTLINE.” Menggabungkan dance-pop dengan ritme Afrobeat, lagu ini menggambarkan tema ketertarikan personal dan kepercayaan diri, dengan fokus pada chemistry yang tak terbantahkan antara sang penyanyi dan sosok yang jadi incarannya. Dalam lagu ini, sosok tersebut adalah rekan satu label sekaligus rapper iKON, Bobby, yang suaranya muncul di bait kedua untuk menambahkan sudut pandang laki-laki atas ketertarikan yang saling berbalas dan membara ini. Kehadiran Bobby memberi lapisan tambahan yang pas pada lagu ini, dan porsinya pun tepat untuk memperkaya melodi tanpa mengurangi vokal manis dan aura memesona Mashiro.

ODD YOUTH - “can’t go back”

Debut pada 2024, girl group beranggotakan lima orang ODD YOUTH kembali dengan single album ketiga mereka, can’t go back, beserta title track dengan nama yang sama. Hadir sebagai penutup musim panas, “can’t go back” mungkin menjadi lagu yang paling terasa “K-pop banget” belakangan ini berkat kembalinya produser K-pop yang produktif, Sweetune, yang dikenal lewat synth-pop dan sound disko bergaya 1980-an untuk grup seperti Kara, Rainbow, Brown Eyed Girls, dan Nine Muses. Setelah lama vakum, tim ini menghadirkan energi yang sama lewat “can’t go back” – kali ini dengan memadukan ciri khas synth-pop mereka dengan tekstur rock yang terinspirasi dari ‘80-an. Dengan rentang vokal ODD YOUTH yang tinggi dan tone yang ceria, produksinya terasa anthemik, nostalgik, dan sangat pas untuk pesta penutup musim panas yang meledak-ledak.

Cart

×