Oleh Martina Rexrode
Menjadi penggemar grup K-pop sering kali membawa risiko menyaksikan bubarnya grup lebih awal atau tiba-tiba, entah karena pergeseran prioritas, penjualan yang buruk, atau keadaan tak terduga. Karena alasan itu, ada sesuatu yang hampir menerangkan ketika mengikuti grup yang masa hidupnya sudah ditentukan sejak mereka debut.
ZEROBASEONE dibentuk melalui BOYS PLANET, sebuah survival show di mana 98 kontestan dari Korea Selatan dan negara lain bersaing untuk debut sebagai grup pria. Sembilan pemenang acara ini – Hanbin, Jiwoong, Zhang Hao, Matthew, Taerae, Ricky, Gyuvin, Gunwook, dan Yujin – diumumkan pada episode final 20 April 2023 dan secara resmi debut pada 10 Juli 2023.
Grup yang dibentuk lewat survival show datang dengan beban ekspektasi yang unik, bukan hanya soal musik mereka tetapi juga waktu terbatas yang mereka miliki bersama. Bagi banyak penggemar, pendahulu seperti WANNA ONE dan IZ*ONE menyisakan warisan manis-pahit, di mana setiap rilisan terasa dibayangi oleh akhir yang tak terelakkan. Namun, meski tahu biasanya akan berakhir seperti itu, tarikan terhadap grup baru hasil survival show terus menarik para penggemar.
Dalam waktu hanya dua setengah tahun, ZEROBASEONE melakukan dua tur Asia, meraih “Rookie Grand Slam” dengan memenangkan penghargaan Rookie of the Year, dan merilis lima EP, sejumlah single, serta satu album penuh. Mereka dibuat sebagai grup sementara, namun dampak mereka terasa jauh lebih kuat. Setelah mengumumkan perpanjangan kontrak dua bulan menjelang akhir 2025, grup kini akan tetap aktif hingga Maret 2026.
Untuk merayakan waktu terbatas yang mereka habiskan bersama dan penutupan bab pertama mereka, ZEROBASEONE merilis RE-FLOW, sebuah album terbatas spesial yang berisi tiga lagu penuh emosi, pada 2 Februari 2026. Visual album ini benar-benar memasuki nuansa transisi — foto konsep menunjukkan para member mengenakan toga wisuda, topi dilempar ke udara, seolah menandai sebuah akhir sekaligus janji tenang tentang apa yang akan datang.
“Running to Future,” single pre-release pertama, langsung menempatkan nada reflektif. Liriknya mendorong penggemar untuk menerima gagasan saling berpamitan meski konotasinya sering dianggap negatif. Mereka tidak sekali pun benar-benar menutup pintu pada bab mereka sebagai ZEROBASEONE. Jika ada, pintu itu dibiarkan terbuka cukup untuk membuat penggemar dapat mengintip dari waktu ke waktu dan mengenang kenangan mereka.
Video musik lagu ini berfungsi sebagai kapsul waktu visual yang penuh dengan momen berbeda dari debut mereka hingga “ICONIK.” Penonton mengikuti sosok bercahaya ke sebuah ruangan berlabel “710” — sebuah referensi ke tanggal debut mereka — sebelum bergabung melewati ruangan dan lorong lain yang mewakili berbagai era grup. Animasi yang ditumpangkan indah, dengan tekstur dan warna yang memberi kesan lukisan dan menambah kelembutan emosional lagu.
Menarik bahwa lagu ini dirilis lebih dulu, mengingat betapa jelas liriknya berkaitan dengan disband yang semakin mendekat. “Even our final page for now / Might begin a new story for us,” mereka merenung, menyiratkan bahwa akhir spesifik ini tidak berarti penutupan total aktivitas mereka di industri K-pop. Bersama disband datang ketidakpastian, tetapi juga peluang untuk karier solo, tanda tangan dengan perusahaan baru, atau mengejar bidang lain. Mereka berlari menuju peluang yang kemungkinan besar akan muncul di masa depan sambil mengenang bagaimana mereka tiba di titik ini.
“ROSES” dirilis dua minggu setelah “Running to Future,” dan memiliki nuansa serta sound yang jauh lebih ceria. Liriknya menyimpan nilai sentimental yang sama dengan lagu pertama, namun membangkitkan perasaan lebih ringan pada pendengar lewat instrumen bertenaga tinggi dan vokal yang melambung.
Judulnya sendiri bermain dengan nama fanbase resmi mereka: ZE_ROSES. Melalui referensi langsung dan tidak langsung, lirik lagu ini mengangkat suasana pendengar sampai mereka lupa apa yang membuat mereka sedih sebelumnya. Dengan menyanyikan “Instead of saying I love you / I will be your roses,” ZEROBASEONE beralih peran menjadi pendukung utama kebahagiaan penggemar. Ini adalah sentimen menghangatkan hati yang merapikan hubungan unik antara penggemar dan musisi, dan penggambaran animasi dalam video musik semakin menguatkan ikatan ini.
RE-FLOW ditutup dengan “LOVEPOCALYPSE.” Dirilis bersamaan dengan album terbatasnya, lagu ini menghapus segala filter dari pesannya dan berbicara langsung kepada penggemar tentang bagaimana cinta mereka membuat grup merasakan segalanya selama ini.
Kombinasi kata “love” dan “apocalypse” sudah cukup untuk menyiratkan realisasi perasaan yang kuat. Melalui lirik, grup menyatakan bahwa mereka “bound by fate” kepada seseorang yang pada akhirnya akan menjadi akhir mereka. Cinta yang mereka rasakan terhadap ZE_ROSES bagai kehancuran total dunia seperti yang mereka tahu — pernyataan dramatis yang hanya memperkuat hubungan yang menghabiskan semua rasa yang telah mereka bangun selama dua setengah tahun terakhir.
Video musik lagu ini lebih sederhana dibandingkan yang lain. Tampilannya minim momen animasi selain adegan pembuka, potongan-potongan sosok bercahaya yang jatuh ke planet baru, serta transisi indah dari mawar animasi ke cuplikan penggemar di kerumunan yang mengangkat lightstick mereka.
Secara keseluruhan, video ini berfungsi sebagai bab terakhir dari kapsul waktu yang dimulai dengan “Running to Future.” Di sini, mereka telah mencapai masa depan mereka, meraih impian terbesar, dan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang menyaksikan penampilan mereka di tur HERE&NOW. Untuk menutup semuanya, ketika nada-nada terakhir mulai memudar, kamera menyorot ratusan lightstick yang bersinar di sebuah venue sementara suara para member menjadi narasi untuk salam perpisahan terakhir mereka.
Dalam hanya tiga lagu yang durasinya nyaris mencapai 10 menit, ZEROBASEONE berhasil mencakup semua hal penting. Mereka berterima kasih pada penggemar yang tetap mendampingi meski waktu bersama terbatas, merenungkan pasang surut dalam dua setengah tahun terakhir, dan merayakan setiap momen sebagai sebuah grup. Meski kedaluwarsa kontrak di Maret sempat mengancam menutupi kegembiraan mereka dengan kegelapan, grup memilih melindungi penggemar melalui tiga lagu yang berbicara dari lubuk rasa syukur mereka karena sempat meraih mimpi ini walau hanya untuk waktu singkat. Untuk menutup semuanya, ZEROBASEONE menggelar encore tur HERE&NOW mereka di Seoul dari 13–15 Maret — tirai penutup terakhir yang pasti akan berakhir dengan tepuk tangan manis-pahit.