Track-By-Track Bersama KPOPWORLD LEE CHAEYEON Mengupas “Till I Die”

Track-By-Track With KPOPWORLD

LEE CHAEYEON Breaks Down “Till I Die”

Oleh Hasan Beyaz

Jendela paling jelas ke dalam Till I Die milik LEE CHAEYEON adalah kejujurannya. Dalam lima lagu, ia menggunakan mini album keempatnya untuk membongkar asumsi dan berhadapan dengan perasaan yang selama ini belum selalu punya ruang untuk ia ungkapkan.

"Know About Me" langsung menetapkan arah sejak awal. Dibangun di atas chorus yang terasa seperti sebuah koreksi, lagu ini lahir dari rasa frustrasi yang sangat spesifik. "Orang-orang tidak sepenuhnya tahu siapa saya," katanya. "Ini adalah lagu yang mengekspresikan bagaimana satu kata saja tidak akan pernah bisa mendefinisikan saya sepenuhnya." Saat merekamnya, ia mengaku merasa seperti sedang menceritakan kisahnya sendiri secara langsung.

"No Tears On The Dancefloor" berjalan di register yang berbeda, tetapi membawa tekad yang sama. "Ada saat-saat ketika saya juga ingin menangis, tetapi di atas panggung, saya ingin mengubah emosi itu menjadi energi," jelasnya. "Lagu ini sepenuhnya mencerminkan sisi saya seperti itu." Sejak pertama kali mendengarnya, ia sudah bisa membayangkan dirinya membawakannya. Panggung, bagi LEE CHAEYEON, selalu menjadi tempat di mana perasaan berubah menjadi bentuk.

"I'm Waiting" mengambil langkah mundur — lagu yang ia gambarkan sebagai pesan penyemangat untuk dirinya sendiri. "Menunggu kadang terasa sulit, tetapi saya ingin percaya bahwa pasti akan ada momen-momen baik yang menanti di akhirnya." "BAD" — salah satu highlight EP — kembali mengubah arah. "Lagu ini punya pesona yang sama sekali berbeda dari image yang sebelumnya saya tunjukkan." Sementara penutupnya, "How Are You," membuat semuanya menjadi sesuatu yang nyaris seperti percakapan — sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada pendengar, dan juga kepada dirinya sendiri.

Baca terus untuk merasakan Till I Die milik LEE CHAEYEON dalam suasana yang benar-benar berpusat pada sang artis.

“Know About Me” berawal dari pemikiran bahwa orang-orang tidak sepenuhnya tahu siapa saya. Sosok saya yang terlihat di atas panggung memang tetap saya, tetapi itu bukan semuanya. Lewat lagu ini, saya ingin menunjukkan lebih banyak sisi dan emosi yang saya miliki dengan cara yang lebih jujur. Saat merekamnya, saya ingat merasa semakin tenggelam ke dalam lagu itu karena rasanya seperti saya sedang langsung menceritakan kisah saya sendiri. Lagu ini mengekspresikan bagaimana satu kata saja tidak akan pernah bisa mendefinisikan saya sepenuhnya.

“No Tears On The Dancefloor” adalah lagu tentang terus melangkah maju seberat apa pun keadaan yang dihadapi. Sejak pertama kali mendengarnya, saya langsung bisa membayangkan diri saya tampil di panggung membawakannya. Saya pikir energi dari lagu ini benar-benar hidup lewat penampilan. Ada saat-saat ketika saya juga ingin menangis, tetapi di atas panggung, saya ingin mengubah emosi itu menjadi energi, dan lagu ini sepenuhnya mencerminkan sisi saya seperti itu.

“I’m Waiting” adalah lagu yang lebih emosional. Lirik “It feels like something good is coming” sangat membekas di saya karena terasa seperti pesan penyemangat untuk diri sendiri. Saat merekamnya, saya berusaha semaksimal mungkin menuangkan emosi ke dalam lagu ini, dengan harapan para pendengar juga bisa menemukan kenyamanan lewat lagu tersebut. Menunggu kadang terasa sulit, tetapi saya ingin percaya bahwa pasti akan ada momen-momen baik yang menanti di akhirnya.

Saya memilih “BAD” karena saya ingin menunjukkan sisi diri saya yang lebih berani dan lebih jujur daripada sebelumnya. Lagu ini punya pesona yang sama sekali berbeda dari image yang sebelumnya saya tunjukkan, jadi bagi saya ini juga terasa seperti tantangan pribadi. Saat merekamnya, saya sangat memperhatikan setiap ekspresi kecil dan detail, dan saya rasa ini adalah lagu yang bisa saya nikmati dengan lebih leluasa di atas panggung. Lagu ini menjadi kesempatan bagi saya untuk memperlihatkan sisi baru dari diri saya.

“How Are You” adalah lagu terakhir di album ini, dan saya ingin menutupnya dengan emosi yang lebih hangat. Rasanya seperti sapaan kepada seseorang, tetapi pada saat yang sama, juga seperti pertanyaan yang saya ajukan kepada diri sendiri. Di tengah kesibukan sehari-hari, saya ingin lagu ini terasa seperti momen singkat ketika kita berhenti sejenak dan saling bertanya bagaimana kabarnya. Saya berharap pendengar bisa menemukan rasa nyaman dengan cara mereka sendiri saat mendengarkan lagu ini.