Opini: Langkah Tanpa CD Lim Youngwoong Berani — Tapi Apakah Ini Masa Depan K-pop?
by Hasan Beyaz

Di industri di mana penjualan minggu pertama dianggap seperti medan pertempuran dan album fisik sering lebih mirip umpan kolektor daripada artefak musik, Lim Youngwoong melakukan sesuatu yang diam-diam radikal. Untuk album penuh keduanya, IM HERO 2, penyanyi trot-pop yang dicintai ini mengumumkan bahwa ia tidak akan merilis CD sama sekali. Sebagai gantinya, penggemar akan ditawari sebuah photobook — lengkap dengan spread, pesan artis, dan kredit — tetapi tanpa cakram, tanpa jewel case, tanpa kode digital, dan tentu saja tanpa undian photocard.
Di atas kertas, ini tampak sebagai perubahan kecil. Namun secara simbolis, ini adalah sebuah penegasan sikap — dan tantangan terhadap mekanisme budaya fandom modern yang sangat dikomersialisasi.
Menurut agensinya, Fish Music, keputusan ini diambil setelah “pertimbangan mendalam dan diskusi panjang,” dengan tiga alasan utama: CD player sudah tidak lagi relevan, keinginan untuk meringankan tekanan finansial para penggemar, serta komitmen untuk mengurangi limbah lingkungan. “Saya berharap para penggemar tidak merasa tertekan berlebihan untuk membeli album,” kata Lim Youngwoong. “Dukung saya dengan hati kalian.” Di ruang di mana para artis sering mengandalkan taktik penjualan yang digerakkan fandom — berbagai versi, item acak, bonus pre-order yang rumit — ini menjadi perubahan arah yang menyegarkan, meski tak terduga.
Namun, meski niatnya jelas tulus, implikasinya tidak sesederhana itu.
Kelebihan: Integritas yang Dipimpin Artis, Kejujuran terhadap Lingkungan
Secara kasat mata, ini adalah langkah yang digerakkan oleh nilai. Ini mengakui kenyataan bahwa CD sering dibeli bukan untuk didengarkan. Bagi banyak penggemar, CD adalah simbol — dari loyalitas, koleksi, komunitas. Jika musik tetap diakses lewat streaming, mengapa tidak mengurangi cakramnya dan fokus pada kemasan? Sebuah photobook tetap memberi penggemar sesuatu yang nyata, tanpa rasa bersalah menumpuk kotak plastik yang tak akan pernah dibuka.
Dari sisi lingkungan, ini juga sebuah pernyataan. Model rilisan fisik K-pop sudah lama dikritik karena produksi berlebih — versi tanpa henti, kemasan berlebihan, dan bonus sekali pakai. Sebagian besar album juga tidak bisa didaur ulang. Pergeseran ke merchandise yang rendah limbah dan lebih terencana sudah lama diperlukan.
Dan yang tak kalah penting, ini mengirimkan pesan: musik tidak perlu dimonetisasi lewat kelangkaan buatan agar memiliki nilai. Bagi artis seperti Lim Youngwoong — yang basis penggemarnya loyal, lintas generasi, dan mungkin tidak terlalu digerakkan oleh gimmick budaya stan — ini adalah pertaruhan pada substansi ketimbang angka penjualan.
Kekurangan: Musik Diremehkan? Kehilangan Kepemilikan?
Meski begitu, ada kekhawatiran yang masuk akal. Di dunia yang didominasi streaming, ketika platform bisa menarik musik, memanipulasi tangga lagu, dan membayar artis terlalu rendah, media fisik menjadi bentuk perlawanan. Memiliki CD bukan sekadar nostalgia — itu perlindungan. Artinya akses, keberlanjutan, dan cara menikmati musik dengan syarat kita sendiri.
Peralihan ke photobook, meski indah, berisiko mengubah album menjadi merchandise meja ruang tamu — kemasan tanpa pemutaran. Dan jujur saja: banyak penggemar masih menginginkan cakramnya. Bukan semata karena kualitas audionya, tetapi karena itu mewakili album secara utuh. Tanpa CD juga bisa terasa seperti tanpa penutup.
Ada pula pertanyaan soal preseden. Jika yang lain mengikuti langkah ini — dan menghapus format fisik sepenuhnya — apakah kita justru memberi lebih banyak kendali kepada platform yang selama ini ingin kita lawan?
Lalu, Apa Titik Tengahnya?
Mungkin jawabannya bukan rilis tanpa CD, melainkan rilis CD yang lebih baik. Kemasan yang lebih ramping. Tidak ada lagi photocard acak atau sepuluh sampul alternatif. Satu versi, dirancang dengan matang. Atau opsi fisik yang hanya tersedia bagi yang ingin membeli, dengan pesan yang jelas: “Ini untuk kolektor — bukan untuk manipulasi tangga lagu.” Photocard digital? Tentu saja. Biarkan penggemar mencetaknya sendiri. Tapi perlombaan membeli dalam jumlah besar? Itu harus diakhiri.
Lim Youngwoong sedang mengambil keputusan yang sejalan dengan nilai dan audiensnya. Mungkin ini tidak akan cocok untuk setiap artis. Namun seiring industri terus berkembang — dan penggemar semakin sadar akan isu keberlanjutan, kesetaraan, dan kepemilikan — jelas bahwa model album fisik perlu dirombak.
Dan mungkin inilah awalnya.
아티스트 임영웅 두 번째 정규 앨범 ‘IM HERO 2’ 피지컬 앨범 발매 관련 안내드립니다.
— 임영웅 Official X (@limyoungwoong) July 28, 2025
임영웅과의 오랜 논의와 깊은 고민 끝에
피지컬 앨범을 발매하지 않기로 했습니다.
CD 앨범을 발매하지 않는 대신,
소장을 원하시는 분들을 위해 화보가 담긴 패키지(앨범북)로 제작됩니다. #임영웅 pic.twitter.com/P92iUqv8aN