ENHYPEN dan Hearts2Hearts Bergabung dengan Vanguard Budaya Seoul sebagai Duta Besar Kehormatan Baru

ENHYPEN dan Hearts2Hearts Bergabung dengan Vanguard Budaya Seoul sebagai Duta Besar Kehormatan Baru

by Hasan Beyaz

Seoul telah menamai grup K-pop ENHYPEN dan Hearts2Hearts di antara tujuh duta besar kehormatan baru yang ditugaskan untuk mempromosikan citra global kota tersebut.

Diumumkan oleh Walikota Oh Se-hoon dalam sebuah upacara pada 17 Juni, penunjukan ini menandakan strategi berkelanjutan ibu kota untuk memanfaatkan kekuatan lembut budaya guna memperkuat pengakuan internasional. Bersama dengan dua grup idola tersebut, daftar baru ini juga termasuk aktor Kim Suk-hoon, pianis Yekwon Sunwoo, aktris Song Ji-eun, penyiar Eom Ji-yoon, dan YouTuber Park We — masing-masing mewakili aspek yang berbeda dari lanskap kreatif Korea yang semakin dapat diekspor.

Peran duta besar kehormatan bukan sekadar simbolis. Tokoh-tokoh ini akan memimpin inisiatif hubungan masyarakat Seoul selama dua tahun ke depan, mencakup pariwisata, budaya, dan keterlibatan digital. Dalam beberapa tahun terakhir, Seoul telah mengandalkan duta budaya sebagai cara untuk menerjemahkan ibu kota hiburan Korea menjadi merek urban yang kompetitif — dengan K-pop sebagai kartu panggilannya yang paling terlihat.

ENHYPEN, yang debut di bawah HYBE dan BELIFT LAB pada tahun 2020 dan sejak itu membangun basis penggemar internasional yang kuat, merupakan pilihan strategis. Citra mereka yang dipimpin oleh kaum muda, daya tarik multibahasa, dan pengalaman tur global sejalan dengan posisi kota sebagai pusat kosmopolitan bagi wisatawan Gen Z dan pengikut K-culture. Hearts2Hearts, sebuah grup baru di bawah Korea Tourism Organization, memberikan rasa yang secara publik sektor, memperkuat minat pemerintah baru-baru ini dalam menginkubasi grup lokal untuk tujuan promosi.

“Pesona Seoul yang kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tempat-tempat di mana kita memulai musik dan bertemu ENGENE [penggemar kami], tidak ada habisnya,” kata ENHYPEN dalam sebuah pernyataan yang dibagikan melalui kota. “Kami akan bekerja keras agar lebih banyak orang di seluruh dunia bisa mencintai Seoul sebanyak mereka mencintai K-pop.”

Penunjukan ini datang saat Seoul terus bersaing dengan ibu kota budaya lainnya di seluruh Asia, termasuk Tokyo, Bangkok, dan Singapura. Dengan Hallyu (Gelombang Korea) kini menjadi pendorong yang terbukti baik untuk pariwisata maupun branding nasional, berkolaborasi dengan penghibur terkenal telah menjadi kurang sekadar gimmick pemasaran dan lebih menjadi strategi dasar.

Apa yang didapat Seoul sebagai imbalannya bukan hanya visibilitas, tetapi juga kesempatan untuk membingkai identitasnya di luar gedung pencakar langit dan istana melalui para artis, musisi, dan kreator digital yang membentuk persepsi global. Saat duta besar baru kota ini bersiap untuk menjalani peran mereka, semua mata akan tertuju pada bagaimana Seoul menggunakan jajaran lintas sektor ini untuk membentuk bab budaya berikutnya.