Oleh Michael Luce
Red Velvet terus membuktikan bahwa tidak harus menjadi yang terbesar, paling populer, atau paling dikenal luas untuk tetap hebat. Grup ini mendekati ulang tahun kesepuluh debut mereka pada Agustus 2014, dan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Seperti yang terlihat dari album terbaru dan proyek solo para anggota, Red Velvet bertekad untuk tidak hanya mempertahankan kegiatan mereka, tetapi juga meningkat ke tingkat ketenaran yang lebih besar dan lebih baik.
Grup ini resmi debut lewat SM Entertainment pada 2014, meskipun fondasinya dimulai jauh sebelumnya pada 2007 ketika Seulgi terpilih sebagai trainee SM. Selama beberapa tahun berikutnya, anggota lain bergabung dengan agensi, lalu melesat mendapat sambutan besar. Single pertama mereka “Happiness” dan lagu-lagu selanjutnya cukup sukses hingga membawa girl group ini meraih beberapa penghargaan Rookie of the Year. Sejak titik itu, Red Velvet terus mendominasi kancah musik Korea dengan berbagai lagu yang masuk top-ten di negara asal mereka dan memiliki penggemar tak terhitung di seluruh dunia.
Salah satu alasan Red Velvet mampu tetap relevan adalah ragam genre dan suara yang mereka ambil sambil mempertahankan identitas inti yang konsisten. Grup ini menyeimbangkan antara konsep ‘Red’, yang mewakili pop dan elektronik yang cerah dan berani, dan sisi ‘Velvet’, yang condong ke R&B, balada, dan nuansa yang lebih elegan. Setiap lagu mereka masuk ke satu atau kedua konsep ini meskipun mengambil unsur dari pop, rock, electronic, dance, a cappella, hip-hop, dan R&B.
Selama 10 tahun terakhir, grup ini telah menerima total 59 penghargaan dan dinominasikan lebih dari 200 kali. Mereka diakui oleh Asia Artist Awards, Genie Music Awards, Golden Disc Awards, Korean Music Awards, Melon Music Awards, Seoul Music Awards, Spotify Awards, dan Teen Choice Awards, di antara banyak lainnya (belum termasuk penghargaan individu). Mereka juga mendapat pengakuan dari Forbes, MTV, dan bahkan diberi piagam dari Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan pada 2018 sehubungan dengan penampilan mereka di Pyongyang di depan warga Korea Utara dan Kim Jung Un sendiri. Selain penampilan mereka di Korea, Red Velvet adalah salah satu grup K-pop yang paling banyak melakukan tur dan telah tampil di Singapura, Filipina, Jepang, Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, USA, UK, Spanyol, dan lebih banyak lagi. Para perempuan ini menunjukkan bahwa baik K-pop maupun Red Velvet benar-benar kekuatan yang patut diperhitungkan.
Sepanjang dekade eksistensi mereka, Red Velvet juga sadar menggunakan platform dan popularitas mereka untuk mendukung isu sosial dan memperjuangkan orang lain. Sejak awal, grup ini membuat gebrakan dengan mematahkan stereotip khas bahwa girl group harus imut dan polos atau seksi dan menggoda. Sejak debut mereka, banyak girl group lain mengikuti contoh ini dan membantu meruntuhkan banyak norma gender dalam musik Korea. Selain itu, grup ini menyoroti isu sosial dan budaya seperti penguntitan, isu LGBT+, dan kesehatan mental. Seperti kebanyakan selebritas, ada beberapa skandal kecil dan protes publik, tetapi tidak ada dari masalah tersebut yang menghentikan Red Velvet untuk mengangkat orang lain dan menjadi lebih baik.
Grup ini sudah mengumumkan rencana untuk merilis mini-album yang merayakan ulang tahun mereka akhir tahun ini. Saat berbincang dengan penggemar di Filipina, mereka menyebutkan keinginan untuk mengambil segala sesuatunya sesuai tempo mereka sendiri dan menghindari kelelahan atau kecemasan berlebihan demi mempertahankan kecepatan tinggi yang sering dihadapi banyak grup K-pop. Perlakuan dan perawatan terhadap para penghibur adalah perhatian pribadi bagi grup ini, karena mereka harus tampil tanpa salah satu anggota mereka selama setahun setelah Wendy cedera dalam kecelakaan panggung pada 2019. Meski sangat sedikit grup yang memiliki kemewahan memperlambat jadwal dan intensitasnya sendiri, semoga keputusan ini membantu artis lain menolak tuntutan yang sering mereka hadapi.
Di tengah banyak kesuksesan ini, Red Velvet selalu memastikan memberi kembali kepada penggemar dan berterima kasih kepada ReVeluv atas dukungan mereka selama bertahun-tahun. Untungnya para penggemar tidak perlu khawatir bahwa ulang tahun ke-10 ini akan menjadi yang terakhir, karena Red Velvet tampak siap untuk melanjutkan dominasi mereka di tahun-tahun mendatang.