DITULIS OLEH HASAN BEYAZ
KB, JISUNG dan NINE tidak membicarakan QQQ seperti kebanyakan grup membicarakan debut. Ambisinya memang ada, tapi mereka memulainya dari hal yang sama sekali berbeda: kepercayaan.
"Selama semua aktivitas kami, ikatan kami selalu kuat," kata mereka, mengenang perjalanan bertahun-tahun yang membawa mereka ke sini. Ikatan itu sebenarnya tidak butuh QQQ untuk ada — semuanya sudah lebih dulu ada, mengalir di bawah segalanya, menunggu. Saat ketiganya akhirnya bersatu dengan nama ini, rasanya bukan seperti sebuah awal, melainkan seperti pengakuan. Sesuatu yang sejak dulu memang benar akhirnya diucapkan dengan keras. Pertemuan kembali itu terjadi lewat usaha yang disengaja — sebuah keputusan yang diambil, uluran tangan, dan lompatan keyakinan dari ketiganya. Hasilnya adalah grup yang dibangun di atas sesuatu yang lebih tahan lama: kesadaran bahwa bertiga mereka lebih kuat daripada sendirian.
[QtoresQ], mini album pertama mereka, dirilis pada Februari dan langsung menunjukkan seperti apa QQQ ingin menjadi. Judulnya sengaja dibuat terbuka — sebuah sinyal yang dilempar ke ketidakpastian, pesan bahwa bergerak tanpa tujuan yang jelas bukan berarti bergerak tanpa arah. "Bahkan jika kami bergerak sedikit lebih lambat," kata mereka, "arah kami sebagai QQQ adalah tetap setia pada warna kami sendiri." Sebuah pernyataan yang benar-benar berbobot.
Ketegangan antara keaslian dan ekspektasi menjadi inti dari single utama “UNCOOL” — lagu yang tajam, energik, dan menolak tekanan untuk menyesuaikan diri. Lagu ini bergerak dengan keyakinan yang tulus, berputar melalui rasa frustrasi dan pembangkangan sebelum berujung pada sesuatu yang lebih menyerupai seruan penyemangat. Liriknya melawan sikap ikut-ikutan, melawan kebisingan dunia yang meratakan individualitas menjadi tren, dan melawan tekanan untuk menjadi sesuatu yang lebih mudah diterima. Sebagai pernyataan debut, ini adalah sebuah risiko — tapi juga hal paling jujur yang bisa mereka pilih untuk membuka langkah.
Keputusan untuk debut seperti ini bukanlah kebetulan. "Kami terus bertanya pada diri sendiri arah mana yang paling tepat untuk kami dan apakah kami harus mengikuti tren," jelas mereka, "dan setelah banyak pertimbangan, kami sampai pada kesimpulan: mari buat musik kami sendiri." Alih-alih mengejar apa yang sedang populer, mereka memilih untuk menentukan jalannya sendiri. "Dunia yang dipenuhi warna berbeda dari setiap orang terasa jauh lebih menarik daripada dunia yang dicat dengan satu warna yang sama." Lagu ini pun tidak berakhir dengan penyelesaian, melainkan kembali ke masalahnya — keraguan, gesekan yang terus ada saat mencoba memahami siapa diri mereka — dan itu terasa disengaja. Tidak ada penutup yang rapi. Hanya prosesnya, dan memang di situlah QQQ berada.
Ini adalah jenis keyakinan yang lebih mudah diucapkan daripada dijalankan, apalagi saat harus memulai lagi. KB, JISUNG dan NINE bukan pendatang baru — mereka datang dengan pengalaman bertahun-tahun di belakang mereka, basis penggemar yang sudah setia, dan beban ekspektasi yang menyertai keduanya. Saat ditanya apakah semua ini terasa seperti mimpi, jawabannya langsung: "Rasanya agak tidak nyata dan hampir seperti mimpi. Akhir-akhir ini, setiap hari saya merasa semangat dan bahagia." Tidak ada kepura-puraan di sana. Itu terdengar seperti kelegaan.
Album ini sendiri membawa nada emosional itu sepanjang perjalanannya. [QtoresQ] dibangun, kata mereka, sebagai bentuk rasa terima kasih — sesuatu untuk dibalas kepada para penggemar yang tetap percaya selama masa jeda. "Kami masih di sini," adalah pesan intinya. "Sama seperti kalian telah menjadi sumber kekuatan bagi kami, kami juga ingin menjadi sumber kekuatan bagi kalian." Empat lagu, satu tujuan yang jelas: menjangkau orang-orang di saat-saat ketika mereka paling membutuhkannya. Di luar album, ambisi mereka juga sama tegasnya — panggung yang lebih besar, venue yang lebih luas, jenis pertunjukan di mana semua orang di penonton sudah tahu setiap lirik.
Saat mereka membicarakan album ini mewakili era yang seperti apa, jawabannya muncul dengan jelas. "Album ini merepresentasikan masa ketika kami menemukan keberanian untuk menantang diri kami sekali lagi." Sebagian orang, mereka akui, mungkin akan mengatakan waktunya sudah terlambat. Mereka tidak tertarik dengan sudut pandang itu. Mimpi-mimpi itu masih ada, dan mereka pun masih ada — masih mencari cahaya, masih bergerak ke arahnya, sebagian dipandu oleh orang-orang yang tidak pernah berhenti menunggu mereka.
QQQ tidak mencoba menjadi segalanya sekaligus. Mereka mencoba menjadi diri sendiri, secara konsisten, dari waktu ke waktu. "Seperti wine berkualitas yang nilainya meningkat seiring usia," kata mereka tentang [QtoresQ].
Ini adalah ambisi yang penuh kesabaran. Dan ternyata, kesabaran itulah yang membawa mereka sampai di sini.
QQQ terasa seperti awal baru yang sangat menarik. Seperti apa rasanya memperkenalkan diri di bawah nama ini untuk pertama kalinya?
Selama aktivitas kami sebelumnya, kerja sama tim kami selalu kuat dan kami memiliki ikatan yang sangat dekat, jadi kami sudah selalu percaya bahwa kami akan bersatu lagi. Namun, sekarang setelah itu benar-benar terjadi, rasanya agak tidak nyata dan hampir seperti mimpi. Akhir-akhir ini, setiap hari kami merasa semangat dan bahagia.
Nama QQQ memakai huruf yang sama tiga kali. Apa arti itu tentang bagaimana kalian bertiga memandang diri sendiri sebagai grup?
Tiga huruf QQQ mewakili KB, JISUNG dan NINE. Nama QQQ dipilih untuk melambangkan memberi titik pada sesuatu yang mungkin mengingatkan orang pada aktivitas kami sebelumnya, menandai awal yang baru dan permulaan yang baru.
Judul album [QtoresQ] membicarakan tentang berlari tanpa kepastian tetapi tetap menemukan cahaya. Bisakah kalian menggambarkan momen dalam karier kalian ketika kalian merasa seperti itu?
Kami rasa itu adalah salah satu momen seperti itu bahkan sekarang. Meskipun kami memulai kembali sebagai QQQ, kami terus memikirkan arah mana yang harus kami tempuh dan seperti apa citra yang harus kami tunjukkan, saat kami mencari cahaya kami sendiri. Setiap kali menghadapi momen seperti itu, banyak orang yang mendukung kami, bersama para penggemar, membantu menuntun kami menuju cahaya, dan kami terus bergerak ke arah itu.
Album ini digambarkan sebagai sinyal untuk para penggemar kalian. Apa yang paling kalian ingin mereka rasakan saat mendengarnya untuk pertama kali?
1st Mini Album kami [QtoresQ] dibuat sebagai cara untuk membalas para penggemar yang telah menunggu kami. Album ini membawa pesan bahwa kami masih di sini, dan sama seperti kalian telah menjadi sumber kekuatan bagi kami, kami juga ingin menjadi sumber kekuatan bagi kalian. Kami berharap mendengarkan album kami bisa memberi kalian kekuatan.
Lagu utama UNCOOL punya pesan menolak tekanan untuk menyesuaikan diri. Apa yang menginspirasi keputusan untuk membuka dengan pesan itu sebagai lagu pertama QQQ?
Kami punya banyak hal untuk dipikirkan saat mempersiapkan album ini. Kami terus bertanya pada diri sendiri arah mana yang tepat untuk kami dan apakah kami harus mengikuti tren, dan setelah banyak pertimbangan, kami sampai pada kesimpulan: "Mari buat musik kami sendiri." Daripada memaksa diri untuk masuk ke dalam tren, kami percaya akan lebih keren jika menciptakan gaya kami sendiri yang unik. Dunia yang dipenuhi warna berbeda dari setiap orang terasa jauh lebih menarik daripada dunia yang dicat dengan satu warna yang sama, jadi kami ingin mencerminkan pesan itu dalam album ini.
Liriknya juga membicarakan tentang melupakan hal-hal yang dulu kalian cintai dan mencoba menemukan diri sendiri lagi. Apakah ada sesuatu yang sempat kalian tinggalkan sebagai artis dan ingin kalian bawa kembali lewat QQQ?
Kami punya begitu banyak hal yang ingin kami lakukan, dan kami masih punya banyak mimpi. Beberapa orang mungkin bilang sudah terlambat, tapi kami tidak ingin menyerah. Kami ingin mewujudkan hal-hal yang selalu kami impikan lewat QQQ, satu per satu — seperti membagikan musik yang bagus dan, lebih spesifik lagi, berkomunikasi langsung dengan para penggemar di venue konser yang besar.
Apakah kalian bertiga punya peran yang berbeda saat membuat musik, atau itu berubah tergantung lagunya?
Peran kami tidak terlalu dibagi secara khusus. Kami berusaha banyak berbicara dan berbagi pikiran bersama. Bahkan saat kami bekerja atau merekam, kami tidak hanya fokus pada bagian masing-masing — kami saling memberi masukan dan berkomunikasi sepanjang prosesnya. Kami rasa itulah yang membuat kami bisa menyampaikan cerita kami dengan lebih tulus.
Jika seseorang menemukan QQQ satu tahun dari sekarang dan bertanya album ini berasal dari era apa, bagaimana kalian akan menggambarkannya?
Kami ingin mengatakan bahwa album ini merepresentasikan masa ketika kami menemukan keberanian untuk menantang diri kami sekali lagi. Meski sebagian orang mungkin menyebutnya mimpi yang datang terlambat, berkat dukungan dan dorongan banyak orang, kami bisa membawanya ke dalam cahaya. Itu adalah masa yang benar-benar bahagia, karena album ini menandai awal dari mimpi itu.
Fitur ini diambil dari edisi cetak keempat kami, yang dapat dibeli di sini.





