Monsta X Bertransformasi Menjadi Goblin untuk Pre-Release “Do What I Want” yang Berani
by Hasan Beyaz

Monsta X kembali – dan mereka sama sekali tidak menahan diri.
Dengan dirilisnya single pre-comeback “Do What I Want,” grup ini sekali lagi membuktikan bahwa sikap tanpa rasa takut memang sudah menjadi ciri khas mereka. Lagu ini menjadi pembuka untuk THE X, mini album baru mereka yang akan dirilis pada 1 September 2025, menandai comeback full group pertama mereka dalam empat tahun. Bagi para penggemar yang sudah menunggu sejak 2021 untuk melihat Monsta X sebagai enam orang, hasilnya adalah comeback yang jauh dari aman.
Single ini meledak dengan gaya produksi khas Joohoney: tajam, tak terduga, dan penuh perubahan yang menolak terkunci dalam satu genre. Ini adalah hantaman sonik – jenis lagu yang mengaburkan batas antara anthem K-pop dan eksperimen underground. Hook-nya melaju dengan percaya diri dari grup yang telah melewati setiap perubahan industri, tetapi penolakannya untuk mengikuti formula pop yang rapi dan polesan masa kini justru membuatnya semakin menonjol.
Dari sisi visual, video musik “Do What I Want” membawa grup ini ke dunia pembangunan cerita paling aneh yang pernah mereka tampilkan. Para member memerankan goblin dalam adegan-adegan yang bergerak di antara parodi gothic dan absurditas murni. Shownu, yang terlihat mencuci mobil sambil mengenakan sayap malaikat, sudah menjadi salah satu gambar paling viral dari MV ini, sementara member lainnya menjalani serangkaian vignette surealis yang terasa seperti makhluk cryptid. Hasilnya adalah ledakan sensori yang lebih dekat ke estetika horor kultus era 2000-an daripada set mewah yang biasanya terlihat di K-pop. Penggemar membandingkannya dengan banyak hal, mulai dari Buffy the Vampire Slayer hingga footage temuan awal internet – sebuah benturan nostalgia, camp, dan kekacauan yang sengaja dibuat.
Yang membuat “Do What I Want” berhasil adalah paradoksnya: lagu ini terdengar baru, tetapi tetap jelas Monsta X. Keseimbangan antara pembaruan dan kesinambungan ini sudah menjadi senjata rahasia grup sejak debut, dan Monsta X memang selalu bersinar dalam ketegangan – melangkah ke sonik yang kasar dan visual yang tak biasa sambil tetap menambatkannya dengan power dan karisma khas mereka.
Comeback ini juga hadir pada momen penting dalam perjalanan karier mereka. Joohoney, yang kembali dari wajib militer awal tahun ini, menggambarkan comeback mereka sebagai senjata yang dirancang untuk “mengguncang K-pop lagi.” Perannya sebagai produser menempatkannya di pusat kreatif comeback ini, menegaskan betapa banyak sound Monsta X dibentuk secara internal, bukan dialihdayakan. Sementara itu, Hyungwon, member lain yang semakin dikenal lewat kemampuan menulis lagunya, memperkenalkan track “Fire & Ice” di konser ulang tahun ke-10 mereka 2025 MONSTA X CONNECT X. Dualitas antara kekacauan eksplosif ala Joohoney dan palet atmosferik ala Hyungwon memberi isyarat bahwa THE X tidak akan terikat pada satu jalur saja.
Dalam arti itu, “Do What I Want” bukan sekadar pre-release – melainkan pernyataan sikap. Lagu ini menangkap kesediaan Monsta X untuk terus mengacaukan ekspektasi, bahkan saat jalan yang lebih aman mungkin terasa menggoda. Kemewahan visual, produksi yang eksperimental, dan keanehan yang tidak dipoles dari MV ini semuanya menandakan bahwa grup ini jauh lebih tertarik memancing reaksi daripada memberi kenyamanan. Untuk grup yang sedang menutup dekade pertama mereka, keberanian seperti ini terasa lebih penting dari sebelumnya.
Jika “Do What I Want” adalah percikannya, maka THE X bisa jadi adalah badai apinya.