Oleh Isabel Miller
CRAVITY siap membawa energi khas K-pop yang terasa seperti rookie ke San Antonio, setelah rebrand dan pembentukan identitas artistik baru mereka tahun lalu. Pergeseran ini merupakan hasil dari bertahun-tahun eksperimen dan pertumbuhan, yang patut dilihat dan diapresiasi sebelum penampilan mereka di KPOPWORLD Festival.
Bagi Jungmo, Wonjin, Minhee, dan Hyeongjun, perjalanan menjadi anggota CRAVITY secara publik dimulai sebelum debut pada 2019. Keempatnya mengikuti acara survival K-pop Mnet Produce X 101 sebagai trainee Starship Entertainment, dan meski Jungmo dan Wonjin nyaris gagal di final acara tersebut, Hyeongjun dan Minhee berhasil masuk ke line-up debut X1. Grup itu tidak bertahan lama, bubar pada Januari 2020, tetapi justru memperkuat dukungan untuk pengenalan boy group baru Starship yang beranggotakan sembilan orang, CRAVITY. Serim, Allen, Jungmo, Woobin, Wonjin, Minhee, Hyeongjun, Taeyoung, dan Seongmin debut sebagai satu kesatuan pada April tahun itu dengan mini album Season 1. Hideout: Remember Who We Are.
Nama CRAVITY, gabungan dari kata “creativity” dan “gravity,” memiliki dua makna: niat para member untuk menarik fans ke pusat semesta CRAVITY lewat pesona mereka, dan keinginan untuk mencapai keseimbangan yang sempurna di atas panggung. Sejak awal, keduanya langsung terwujud; album debut CRAVITY berhasil menduduki puncak Gaon Album Chart dengan penjualan bulan pertama lebih dari 100.000 kopi. Grup ini dijuluki “Monster Rookies” dan menjadi artis rookie pertama yang debut di Billboard K-pop Hot 100. Enam tahun berlalu, mereka belum menunjukkan tanda-tanda melambat, dengan total delapan mini album dan dua album studio dalam diskografi Korea mereka, ditambah deretan pencapaian tangga lagu, penghargaan, dan penampilan global yang tak kalah impresif.
Pada 2024, grup ini menunjukkan kemampuan mereka tampil seperti belum pernah sebelumnya dalam format kompetisi baru sebagai peserta Mnet Road to Kingdom: Ace of Ace — dan keluar sebagai pemenang. Kini, mereka berada di fase re-invensi, membawa kemenangan itu menuju konsep yang lebih matang. “Creativity” berubah menjadi “CRAVE.” Pertumbuhan, kedalaman, dan refleksi diri menonjolkan sisi lebih gelap grup ini dalam rilisan-rilisan mereka setelah itu, menjadi fondasi album studio kedua mereka Dare to Crave dan EP kedelapan ReDeFINE.
Hal yang paling menonjol dari CRAVITY adalah keberanian mereka bereksperimen dan penolakan mereka untuk membatasi diri pada satu warna musik atau image saja. Sepanjang karier mereka, musik mereka telah menjangkau berbagai genre; lagu seperti “Break all the Rules” dan “Gas Pedal” menampilkan kekuatan dan kepercayaan diri lewat hip-hop dan rap, “Adrenaline” dan “Groovy” terasa segar dengan dance-pop dan funk yang ceria, sementara “Love or Die” dan “Rendez-vous” bergerak ke pop-rock dan contemporary R&B. Mereka menghadirkan spektrum penuh dari apa yang bisa ditawarkan K-pop ke pasar Amerika Serikat — dan itulah alasan tepat mengapa mereka layak ada di line-up KPOPWORLD Festival.
Nantikan segmen-segmen yang khas dan tematik, yang menyorot tiap bab perjalanan karier CRAVITY, serta transisi mulus antara awal yang cerah dan penuh semangat muda hingga ke fase yang lebih matang dan berkembang. Kehadiran panggung yang eksplosif dan koreografi yang tajam didukung oleh momen-momen penuh kelucuan dan keakraban, menciptakan atmosfer semarak yang pasti memicu antusiasme. Untuk kunjungan pertama mereka ke Amerika Serikat dalam lebih dari setahun, CRAVITY akan tiba di Texas siap mengingatkan penonton mengapa beberapa konser mereka sebelumnya di negara itu pernah sold out.
Sebelum datang, dengarkan rekomendasi lagu CRAVITY kami untuk merasakan sedikit dari diskografi mereka.
“Break all the Rules” merepresentasikan asal-usul CRAVITY, membangun sikap mereka yang enerjik dan muda sekaligus memuaskan dahaga akan sound K-pop rookie klasik.
“Love or Die” membawa arah yang lebih intens, dengan instrumental pop-rock yang kuat yang menunjukkan kemampuan grup ini beradaptasi sambil mendukung penampilan live yang solid dan dinamis.
“SET NET G0?!” menggambarkan pandangan baru CRAVITY yang lebih matang setelah rebranding, sekaligus memberi gambaran arah yang ingin mereka ambil ke depan — chorus yang lebih kasar, melodi yang melambung, dan sentuhan hip-hop.
Jujur saja, CRAVITY sebenarnya tidak membutuhkan banyak perkenalan. Grup ini tetap menjadi talenta yang diakui di antara deretan kuat generasi ke-4 K-pop, dan ekspansi musik mereka yang konsisten membuat mereka kandidat ideal untuk membawa kegigihan dan fleksibilitas khas boy group ke panggung KPOPWORLD Festival.