JIMIN dari JUSTB Akan Istirahat untuk Kesehatan Mental Karena Gejala Kecemasan

JUSTB’s JIMIN

Akan Istirahat untuk Kesehatan Mental Karena Gejala Kecemasan

Oleh Chyenne Tatum

Anggota JUSTB, JIMIN, memilih mundur sementara dari kegiatan grup untuk fokus pada kesehatan mentalnya. BlueDot Entertainment memastikan pada 23 Maret bahwa idol tersebut mengalami gejala kecemasan dan akan mengambil cuti atas saran spesialis. Ini adalah pengumuman yang akan terlihat sangat berbeda di K-pop satu dekade lalu — dan cara penanganannya menunjukkan seberapa jauh industri telah berkembang, sama seperti halnya yang menggarisbawahi situasi JIMIN secara khusus.

Menurut pernyataan resmi BlueDot, yang diposting di akun Weverse JUSTB: “Belakangan ini, JIMIN mengalami gejala kecemasan psikologis. Setelah berkonsultasi dengan perusahaan kami, ia menjalani pemeriksaan dan diagnosis di rumah sakit, dan menerima rekomendasi dari seorang spesialis bahwa ia membutuhkan istirahat dan stabilitas yang cukup. Oleh karena itu, setelah melalui diskusi mendalam dengan JIMIN dan anggota JUSTB lainnya, kami memutuskan bahwa ia akan fokus pada perawatan dan istirahat untuk sepenuhnya mendedikasikan diri pada pemulihan untuk sementara waktu. Dengan demikian, mulai hari ini (tanggal 23), JUSTB akan sementara melanjutkan kegiatan sebagai grup beranggotakan lima orang yang terdiri dari Lee Geon-woo, Bae In, Si-woo, Jeon Do-yeom, dan Kim Sang-woo. Selama masa hiatus ini, JIMIN berencana berkonsentrasi pada pemulihan kesehatannya tanpa jadwal terpisah, dan perusahaan kami juga akan melakukan yang terbaik demi pemulihan yang cepat. Kami akan terus memprioritaskan kesehatan anggota JUSTB dan berupaya lebih keras lagi untuk mengelola kesejahteraan mereka.”

Penting juga dicatat betapa dukungan rekan-rekan grup terhadap keputusan ini. Mengingat isu ini berdampak pada kegiatan grup secara keseluruhan, menenangkan mengetahui bahwa anggota JUSTB dilibatkan dalam pembicaraan dan sepakat untuk menempatkan kebutuhan JIMIN di depan kepentingan mereka sendiri.

Selain itu, respons dari penggemar sangat memahami, banyak yang mendoakan kesembuhan JIMIN dan meyakinkan bahwa mereka akan menunggu kembali saat ia siap.

Perubahan signifikan dalam persepsi tentang kesehatan mental ini — baik di K-pop maupun di Korea secara umum — adalah hasil dari banyak idol dan figur publik lainnya yang terbuka tentang kondisi mereka dan mendorong percakapan yang lebih transparan. Idol seperti BTS’s Suga, B.A.P.’s Bang Yongguk, dan GOT7’s JAY B telah berbicara terbuka tentang perjuangan mereka, mendorong rekan dan penggemar untuk angkat suara dan mengubah cara kita memandang kesehatan mental.

JUSTB bukan satu-satunya grup yang menghadapi hal ini belakangan ini. Selama beberapa tahun, beberapa label K-pop membuat pengumuman serupa — secara publik mengonfirmasi cuti untuk kesehatan mental alih-alih mengutip alasan kesehatan yang samar atau tidak memberikan penjelasan sama sekali. Pergeseran menuju transparansi berlangsung secara bertahap namun terlihat, dan penanganan BlueDot atas situasi JIMIN mengikuti pola yang tampak semakin diadopsi banyak label: konsultasi dengan spesialis, diskusi grup, dan pernyataan publik yang jelas yang tidak meremehkan apa yang dialami artis.

Waktu pengumuman ini penting bagi JUSTB secara khusus. Grup baru saja menyelesaikan tur Eropa dan dijadwalkan memulai tur AS mereka dari 27 Maret — jadwal yang menuntut dalam berbagai hal. Fakta bahwa JIMIN mundur pada titik ini, alih-alih memaksakan diri melewati jadwal yang sudah padat, menegaskan keseriusan bagaimana baik artis maupun label menangani pemulihannya. Kelima anggota yang tersisa akan melanjutkan tanggal-tanggal tur di AS sesuai rencana.

JIMIN adalah yang terbaru dalam deretan idol yang memilih perawatan daripada penampilan — dan yang penting, ia tidak harus membuat pilihan itu sendirian. Keputusan BlueDot untuk melibatkan seluruh anggota JUSTB dalam pembicaraan, dan membuat pernyataan itu secara publik, mencerminkan standar perawatan yang masih belum universal di K-pop tetapi semakin sulit diabaikan. Pergeseran itu tidak terjadi tanpa para artis yang berani membuka pembicaraan lebih dulu.