JACOB

Flying Solo

Oleh Chyenne Tatum

Pada 10 Juni, penyanyi THE BOYZ, JACOB, menjadi anggota pertama dari grupnya yang melakukan debut solo, lewat EP yang tenang, romantis, dan penuh nostalgia, j. Meski pria berusia 29 tahun itu bukan orang baru dalam menciptakan musik di luar grup beranggotakan sembilan orang tersebut — sebelumnya ia telah merilis karya orisinal di SoundCloud dan YouTube — ini adalah proyek penuh pertama JACOB, di mana ia tidak hanya punya kendali kreatif, tetapi juga bisa benar-benar melebarkan sayap dan menunjukkan bahwa dirinya jauh lebih dari sekadar perannya di THE BOYZ. Hasilnya, j. memperluas sisi musikalnya, menonjolkan bakatnya dalam bercerita, dan memperkenalkan dunia kepada JACOB, solois dengan vokal yang lembut dan memikat.

Meski memulai perjalanan baru seorang diri bisa terasa menegangkan, JACOB menjalaninya dengan mantap, berinteraksi dengan fans secara lebih personal melalui tur solo Asia pertamanya, dan melihat bagaimana proyek ini mendapat respons secara langsung.
Album debutmu, j., sudah dirilis selama dua bulan sekarang — bagaimana respons pendengarnya?

Saat tur, banyak fans yang bilang musiknya luar biasa, dan itu saja yang paling penting buatku.

Lagu mana yang paling banyak disukai fans, dan menurutmu kenapa lagu-lagu itu begitu beresonansi dengan mereka?

Banyak orang bilang "Misunderstood" jadi favorit. Sepertinya vibe-nya yang groovy bikin lagu itu jadi favorit.

Benang merah di sepanjang ketujuh lagu ini adalah romansa dan hubungan. Apakah kamu menganggap dirimu seorang hopeless romantic? Kalau tidak, bagaimana kamu terhubung dengan sisi itu dari dirimu sehingga terasa muncul secara natural?

Kurasa aku memang cenderung membayangkan situasi romantis di kepalaku, haha. Itu membantu saat menulis lagu dan biasanya datang dengan mudah.

“Back & Forth” menampilkan rekan satu grupmu, Sunwoo — bagaimana kamu memutuskan anggota TBZ mana yang akan diajak berkolaborasi, dan menurutmu apa yang Sunwoo bawa ke lagu ini?

Aku memang selalu ingin berkolaborasi dengan Sunwoo, dan kami selalu senang membicarakan musik bersama dan saling berbagi musik. Bagian Sunwoo benar-benar membuat lagu ini jadi jauh lebih segar dan mudah diingat.

“Misunderstood” punya nuansa retro yang unik dibandingkan lagu-lagu lainnya — kalau kamu bisa jadi artis di dekade lain, kamu akan memilih dekade yang mana dan kenapa?

Aku akan memilih Ed Sheeran. Aku tahu dia juga membawakan berbagai genre, dan itu sesuatu yang ingin sekali kucoba.

Sebelumnya kamu pernah bilang bahwa secara alami kamu bisa jadi orang yang negatif, jadi bagaimana kamu menyalurkan energi itu menjadi sesuatu yang positif untuk album ini? Bagaimana kamu bisa tetap bersemangat saat sedang sulit menemukan sisi positif?

Kurasa hanya dengan membagikan pikiranku lewat sebuah lagu bisa membantu orang lain atau membuat mereka merasa relate. Aku suka memikirkan hal-hal positif dan fokus pada momen yang sedang dijalani supaya tidak terlalu banyak berpikir atau stres.

Terinspirasi dari “Young & Confused,” adakah sesuatu yang kamu harap kamu ketahui saat masih lebih muda? Kalau ada, apa yang akan kamu lakukan dengan informasi itu?

Aku berharap sejak dulu aku tahu bahwa aku sebenarnya ingin menjadi artis [tertawa] Aku akan mengambil lebih banyak kelas musik dan les vokal, jadi prosesnya akan lebih mudah bagiku.

Kamu sudah memulai tur solo pertamamu di Asia, jadi apa saja yang sudah kamu pelajari tentang dirimu sendiri dan tentang mempersiapkan konser untuk dirimu sendiri?

Aku belajar bahwa benar-benar menjaga suaraku itu penting karena suaraku cenderung cepat lelah. Aku berharap seiring waktu aku bisa membangun suara yang lebih kuat, supaya aku bisa bernyanyi sebanyak yang aku mau.

Ke mana kamu melihat karier solomu berkembang dari sini, dan dengan siapa kamu ingin berkolaborasi di masa depan?

Aku ingin mencoba berbagai genre dan membuat musik yang bagus. Kurasa aku masih punya banyak cerita untuk ditulis. Aku benar-benar ingin berkolaborasi dengan artis mana pun dan belajar dari mereka juga.

Cart

×