Oleh Isabel Miller
Foto atas izin WAKEONE
izna, girl group beranggotakan enam orang di bawah WakeOne Entertainment, telah menandatangani kontrak dengan REPUBLIC Collective sebagai bagian dari kemitraan strategis yang baru diumumkan antara divisi Universal Music Group tersebut dan WakeOne. Kesepakatan ini mencakup distribusi global dan promosi untuk izna serta boy group ALPHA DRIVE ONE yang baru debut, yang album debutnya, EUPHORIA, dilaporkan terjual sebanyak 1,1 juta kopi fisik pada hari perilisannya pada Januari 2026.
Artis K-pop ternama yang saat ini berada di bawah naungan REPUBLIC Collective mencakup beberapa grup JYP Entertainment seperti Stray Kids, TWICE, dan ITZY, serta TOMORROW X TOGETHER dari Big Hit Music. Kesepakatan ini mengarah pada pemasaran yang lebih besar di Amerika Serikat, distribusi fisik yang lebih luas, dan kemungkinan peningkatan acara di AS — kerangka kerja yang sama yang sebelumnya telah dibangun REPUBLIC Collective untuk roster K-pop mereka, dan kini diperluas ke kedua grup tersebut.
Kesepakatan ini sejalan dengan tren yang lebih luas. Republic dan Geffen Records milik UMG terus mengakumulasi roster K-pop, sementara anak perusahaan Sony Music menaungi ATEEZ dan MONSTA X, i-dle tetap menandatangani kontrak dengan anak perusahaan Warner Music Group, dan IVE menandatangani kontrak dengan Columbia Records pada 2023. Kesepakatan label hanyalah salah satu bagian dari puzzle ini, karena artis K-pop juga memperluas kehadiran mereka di AS melalui pop-up, distribusi fisik yang lebih luas, dan tur dunia dengan leg Amerika Utara yang semakin panjang, baik dengan maupun tanpa dukungan label besar.
izna memang belum menembus tangga lagu utama di AS, tetapi fondasinya sudah ada. WakeOne melaporkan bahwa ‘SET THE TEMPO’ telah masuk sepuluh besar di lima wilayah dan dua puluh besar di beberapa wilayah lainnya, dengan performa kuat di Jepang, Indonesia, Hungaria, dan Portugal — sebaran yang menunjukkan jangkauan internasional yang nyata, bukan sekadar basis penggemar yang terkonsentrasi. Kesepakatan dengan Republic ini bisa menjadi mekanisme untuk mengubah hal itu menjadi daya tarik di AS.
Penandatanganan ini menyusul perilisan mini album ketiga izna, berjudul ‘SET THE TEMPO,’ pada 8 Juni 2026. Terdiri dari lima lagu, rilisan ini memperlihatkan izna ikut dalam gelombang house music yang sedang merambah industri K-pop — terutama lewat lagu utama “METRONOME.” House music sendiri mengalami kebangkitan yang lebih luas dalam beberapa tahun terakhir, dan K-pop semakin mencerminkan tren tersebut.
Kemitraan ini menjadikan izna dan ALPHA DRIVE ONE sebagai satu-satunya grup aktif di luar Big Four — JYP Entertainment, SM Entertainment, HYBE, dan YG Entertainment — dalam roster K-pop REPUBLIC Collective. Hal ini menunjukkan bahwa label tersebut mendukung potensi komersial K-pop sebagai sebuah genre, bukan sekadar memperluas hubungan label yang sudah ada, dan bahwa sebuah grup tidak harus berada di bawah naungan salah satu raksasa K-pop untuk dianggap sebagai prospek internasional yang layak.