Comeback Corner
D.O., hrtz.wav, MINHO & MORE
Baca terus pilihan kami minggu ini.
Oleh Chyenne Tatum
Rilisan K-pop minggu ini menghadirkan tiga comeback solo dari D.O., MINHO, dan EVAN, yang mengeksplorasi beragam genre seperti R&B, EDM, dan dance-pop. Sementara itu, band indie-rock hrtz.wav dan girl group Hearts2Hearts merilis dua kolaborasi yang berbeda—yang satu bersama Sungchan dari RIIZE dan yang satunya lagi dengan perusahaan otomotif Korea Selatan, Kia. Terakhir, boy group rookie In A Minute menghadirkan kembali nostalgia generasi kedua dari masa lalu K-pop.
D.O. - “Guitarist”
Sedikit lebih dari setahun setelah merilis studio album pertamanya, solois K-pop D.O. resmi comeback lewat EP keempatnya, DOPAMINE. Sejak debut solonya pada 2021, karya solo sang penyanyi sebagian besar berakar pada acoustic dan folk-pop, soft R&B, serta ballad, bahkan sempat bereksperimen dengan nuansa tropical ber-tempo menengah. Dalam title track terbarunya, “Guitarist,” D.O. melanjutkan tren itu, memadukan unsur R&B dan soul ke dalam pengalaman mendengarkan yang lebih ceria dengan sentuhan funky. Meski “Guitarist” masih bermain dalam gaya nyaman ala coffeehouse khasnya, kualitas vokal D.O. di lagu ini membuktikan mengapa ia masih dianggap sebagai salah satu vokalis paling berbakat di K-pop.
hrtz.wav - “ALIVE (feat. SUNGCHAN of RIIZE)”
Debut awal tahun ini lewat The First Wave, band rock Korea hrtz.wav kini kembali dengan EP kedua mereka, The Second Wave: MOMENTUM. Beralih dari nuansa pop-rock muda pada perkenalan awal mereka, title track terbaru band ini, “ALIVE,” adalah lagu electronic synth-pop yang memadukan ritme mid-tempo yang groovy dengan suara synth retro. Ini merupakan keputusan yang disengaja untuk menonjolkan suara yang lebih dewasa bagi band ini sambil tetap mempertahankan energi yang playful dan membangkitkan semangat. Yang bahkan lebih menarik adalah kehadiran tak terduga dari rapper RIIZE, Sungchan—kolaborasi yang tak mungkin diprediksi siapa pun. Suaranya yang lebih dalam di verse kedua menjadi kontras yang menyegarkan dengan vokal ringan Riann dari hrtz.wav, menambahkan tekstur baru yang menyenangkan pada lagu ini dan membuat “ALIVE” terasa lebih hidup dan katarsis.
MINHO - “Make it hot”
Sudah cukup lama sejak MINHO dari SHINee merilis karya penuh—yang terakhir adalah studio album 2024 miliknya, CALL BACK. Kini penantian itu berakhir saat sang singer/rapper kembali dengan EP terbarunya, Make it hot. Title track yang sekaligus menjadi judul album ini merupakan anggukan playful pada julukan ikonis MINHO, “Flaming Charisma,” istilah yang digunakan untuk menggambarkan penampilan panggungnya yang penuh gairah dan pesonanya yang sulit ditolak. Dari sisi sonik, “Make it hot” adalah lagu pop-dance yang dipadukan dengan suara EDM, tercermin lewat rasa imersif yang kuat dan melodi penuh semangat. Bass yang berat ikut menghadirkan sensasi panas yang luar biasa dan energi tanpa henti, seperti yang ditunjukkan secara visual lewat MINHO yang menari di dalam sauna dengan suhu yang terus naik. Mengingat MINHO sudah dua kali tampil di Waterbomb Festival, “Make it hot” rasanya akan sangat cocok dengan tema festival itu jika ia memutuskan tampil untuk ketiga kalinya pada musim panas 2027.
Hearts2Hearts - “Moonride”
Girl group SM, Hearts2Hearts, memang cukup sibuk tahun ini, mulai dari hit single besar di bulan Februari, mini-album musim panas, debut Jepang, dan kini kolaborasi dengan produsen mobil terbesar kedua di Korea Selatan. Bekerja sama dengan Kia Corporation untuk kampanye lini kendaraan RV "Black Edition" 2027, Hearts2Hearts merilis “Moonride,” lagu electro-pop dreamy sebagai anthem promosi utamanya. Menggabungkan tren UK garage yang populer dengan suara synth yang lebih kosmis, lagu ini merepresentasikan pengalaman berkendara larut malam, berfokus pada perasaan bebas, tenggelam dalam nuansa kosmik, dan semangat mengejar mimpi di bawah langit malam. Hook utamanya, “backseat of the car,” merupakan referensi langsung pada kolaborasi otomotif grup ini, berfungsi sebagai iklan tanpa terasa terlalu gamblang. Bagaimanapun juga, “Moonride” menjalankan tugasnya dengan sempurna sebagai lagu promosi tanpa kehilangan esensi dreamy dari warna musik inti Hearts2Hearts.
In A Minute - “Midnight”
Untuk entri yang lebih underrated, boy group rookie In A Minute melakukan comeback pertama mereka sejak debut pada Maret. Alih-alih mengikuti tren K-pop modern, grup beranggotakan tiga orang ini justru mengambil inspirasi dari masa lalu K-pop—khususnya awal 2010-an. Dalam single terbaru mereka, “Midnight,” trio ini menghidupkan kembali suara electronica dan dubstep yang dulu populer di kalangan boy group generasi kedua K-pop (bahkan generasi ketiga awal), mengingatkan pada grup seperti NU’EST, BEAST, INFINITE, dan VIXX. Dengan vokal yang kuat dan meyakinkan serta rap verse yang tajam di verse kedua, “Midnight” adalah segala sesuatu yang dirindukan fans K-pop lama, membangkitkan nostalgia terhadap apa yang disebut sebagai “Golden Era” industri ini beserta sisi dramatisnya. Kalau itu terdengar seperti selera Anda, jangan sampai melewatkan rilisan ini di tengah deretan nama besar lainnya.
EVAN - “Death of Me”
Hanya tiga bulan setelah debut solonya, EVAN kembali dengan EP pertamanya, DEATH OF ME, dan title track yang menjadi judulnya. Dari sisi sonik, lagu ini adalah track pop-R&B yang sangat mengandalkan synth gelap untuk menghasilkan suara yang lebih penuh dan teatrikal. Dari sisi tema, “Death of Me” merepresentasikan tekad sang penyanyi yang tak tergoyahkan untuk memulai lagi dan tidak kehilangan jati dirinya dalam proses tersebut, tak peduli seberat apa pun hidup yang dihadapi. Dalam comeback showcase-nya, EVAN menjelaskan bahwa lagu ini menangkap keteguhan saat berdiri di garis awal yang baru, seraya mengatakan bahwa ia mendorong batas musikalnya sendiri saat mempersiapkan single debutnya dengan bernyanyi sambil melakukan push-up dan lari. Alih-alih mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah, lagu ini terus melaju dan memberi pendengar rasa kemenangan—semoga bisa menginspirasi orang lain untuk melanjutkan perjalanan menemukan jati diri dan kepercayaan diri mereka.