Oleh Michael Luce
S sementara banyak agensi hiburan nampak terus mendebutkan grup baru ke sana kemari, hanya sedikit rookie yang mendarat dengan dampak sebesar BABYMONSTER. Para pendatang baru dari YG Entertainment ini sudah meninggalkan jejak di dunia K-pop, dan mereka baru resmi debut beberapa bulan lalu. Lagu pra-debut mereka, “Batter Up,” mencapai 10 juta stream di Spotify (paling cepat untuk grup rookie mana pun), dan “Sheesh” kemudian mencatat entri tertinggi di tangga lagu Spotify untuk grup K-pop wanita pada 2024 sejauh ini. EP debut mereka, BABYMONS7ER, menghasilkan tur pertemuan penggemar di berbagai penjuru Asia, dan sebuah pop-up store di Seoul yang merayakan debut mereka menarik ribuan penggemar hanya dalam beberapa hari pertama.
Jadi, apa yang membuat para gadis ini begitu menarik? Untuk memulai, ketujuh member sama-sama sangat berbakat. Tentu saja, di industri yang kompetitif dan keras seperti K-pop, tak banyak idola yang tidak berbakat, apalagi setelah bertahun-tahun pelatihan. Namun, YG menonjolkan fakta bahwa berbeda dari kebanyakan grup yang memiliki spesialis untuk vokal, rap, dan tarian, BABYMONSTER dibentuk dari all-rounder yang unggul di semua bidang. Para member tentu masih punya area tertentu di mana mereka lebih menonjol, tapi penggemar bisa wajar mengharapkan salah satu dari mereka mampu mengambil peran apapun di lagu mana pun.
Alasan lain mengapa perhatian begitu besar tertuju pada mereka adalah usia para member BABYMONSTER. Tidak jarang idola debut saat remaja, tapi biasanya grup yang sangat dinantikan tidak dipilih sebagai yang paling diantisipasi lebih dari setahun sebelum debutnya. Chiquita, maknae grup, baru berusia 14 saat debut, yang memicu kontroversi dan diskusi mengenai apa batas yang tepat untuk masuknya idola ke industri hiburan. Sebagian orang berpendapat bahwa masa kanak-kanak harus dihormati dan remaja perlu menemukan jati diri sebelum terjun ke sorotan publik, sementara yang lain menyambut antusias bahwa para entertainer muda bisa mewujudkan impian mereka lebih awal dan menunjukkan tingkat bakat yang memungkinkan mereka bersaing dengan veteran berpengalaman.
Faktor utama terakhir yang membawa kesuksesan besar bagi BABYMONSTER adalah peluncuran grup yang diperpanjang. Sekali lagi, peluncuran yang panjang bukan hal yang unik di K-pop. Namun, YG sudah menggoda proyek girl group besar berikutnya sejak 2018, dengan diskusi yang meningkat pada 2020 dan 2021. Fakta bahwa proyek ini mendapatkan begitu banyak perhatian bahkan sebelum satu pun member resmi ditandatangani tentu membantu meningkatkan momentum mereka. Secara keseluruhan, BABYMONSTER memang sudah menjadi fokus banyak pembicaraan dan mereka memanfaatkan perhatian itu dengan baik.
BABYMONSTER tampak mengikuti jejak bintang-bintang YG Entertainment lainnya seperti BLACKPINK, bahkan beberapa orang menyebut grup ini sebagai adik-adik BLACKPINK. Meski seringkali tidak adil dan terlalu menyederhanakan untuk membandingkan grup K-pop dengan BTS atau BLACKPINK, perbandingan dalam kasus ini tidak sepenuhnya meleset. Baik BLACKPINK maupun BABYMONSTER memiliki koneksi internasional yang kuat — Lisa dan Rose berasal dari Thailand dan Selandia Baru — dan BABYMONSTER juga memiliki member dari Thailand dan Jepang serta anggota lain yang fasih berbahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Memang tren di K-pop secara keseluruhan adalah memasukkan semakin banyak non-Korea, tetapi BABYMONSTER membawa tren itu ke level berikutnya.
Selain itu, banyak member BABYMONSTER secara publik menyatakan kekaguman dan kesenangan mereka terhadap BLACKPINK, dengan beberapa menggunakan lagu-lagu grup senior itu dalam audisi dan penampilan lain. Gaya mereka bahkan menyerupai energi awal BLACKPINK, dan “BabyMonster” adalah salah satu nama yang sempat ditolak sebelum ‘BLACKPINK’ menjadi resmi. Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah popularitas mereka akan mendekati apa yang dicapai ‘kakak’-kakak mereka, tetapi dengan banyaknya kagum yang terlihat, BABYMONSTER memang terasa seperti adik-adik.
BABYMONSTER mungkin baru beberapa bulan eksis, tetapi mereka sudah terlihat siap mengguncang dunia. Seperti disebutkan sebelumnya, EP debut mereka membawa mereka ke Singapura, Thailand, Taiwan, Jepang, dan Indonesia, dan bukan hal berlebihan untuk mengharapkan lingkar pengaruh mereka semakin meluas pada rilis-rilis berikutnya. Dengan hype sebesar ini, akan menarik melihat bagaimana para gadis ini akhirnya meninggalkan jejak mereka di K-pop maupun panggung musik global ke depan.