Zoom" USPEER: Wajah Baru Feminitas dalam K-pop

USPEER's "Zoom": Wajah Baru Feminitas dalam K-pop

by Anwaya Mane

Ada perubahan menarik yang terjadi di K-pop—sejenis pembalikan dalam cara biasa grup mempersembahkan diri mereka. Di masa lalu, grup laki-laki sering menunjukkan citra yang kuat, tangguh, atau maskulin, sementara grup perempuan biasanya terikat pada gaya tertentu seperti “imut” (ringan dan ceria), “girl crush” (percaya diri dan edgy tetapi masih dirancang untuk penggemar pria), atau “menawan” (seksi atau misterius). Ide-ide ini telah membentuk cara idola mengekspresikan diri mereka dan sering kali membatasi kebebasan kreatif mereka. Namun sekarang, segalanya mulai berubah.

Grup laki-laki yang lebih baru seperti BOYNEXTDOOR dan ALL(H)OURS menunjukkan sisi maskulinitas yang lebih lembut. Mereka fokus pada keterbukaan emosional dan kerentanan, menjauh dari citra idola pria yang keras atau agresif. Pada saat yang sama, grup perempuan mulai lepas dari kategori lama yang telah mendefinisikan mereka selama ini. Mereka ingin mengeksplorasi gaya baru dan menunjukkan bahwa mereka bisa lebih dari sekadar penampilan atau konsep tertentu.

Salah satu grup yang memimpin perubahan ini adalah USPEER, grup perempuan generasi kelima yang terdiri dari Yeo Won, So Ee, Si An, Seo Yu, Da On, Chae Na, dan Roa. Mereka resmi debut pada 4 Juni dengan album tunggal mereka Speed Zone. Nama mereka, USPEER, menggabungkan “US” yang berarti persatuan dan “PEER” yang berarti melihat dengan dekat atau memahami. Ini mencerminkan ide kebersamaan dan rasa ingin tahu mereka. Konsep mereka terinspirasi oleh tim olahraga, dengan pemimpin mereka Yeo Won disebut “Kapten,” melambangkan kerja tim, disiplin, dan motivasi. Tema ini cocok dengan lagu debut energik mereka “Zoom” dan lagu B-side yang lebih lembut “Telepathy,” keduanya diproduksi oleh MonoTree yang terkenal.

“Zoom” terasa segar dan berbeda dari banyak lagu grup perempuan. Ini akan mengingatkan pendengar pada lagu debut SHINee “Replay,” dengan vibe romantis yang lembut, ritme sederhana, dan vokal yang jelas. Alih-alih mengandalkan hook yang keras atau gerakan yang mencolok, lagu ini menggunakan kedalaman emosional dan keanggunan. Penyanyi USPEER lembut tetapi kuat, mirip dengan bagaimana grup laki-laki seperti BTOB dengan "Pray (I'll Be Your Man)" dan EXO dengan “What If” menggunakan nada falsetto yang lembut dan emosi tenang dalam lagu mereka. Jembatan lagu ini menonjol—tenang dan emosional, menciptakan jeda yang membuat lagu ini lebih kuat.

Musik di “Zoom” didorong oleh beat yang kuat, chorus yang mudah diingat, dan bagian rap yang percaya diri. Terdengar seperti grup ini ingin membuktikan diri dan membuka jalan baru. Penampilan dan gerakan tari mereka mendukung ide ini. Koreografi sederhana dan alami, tidak terlalu imut atau seksi. Tidak seperti beberapa grup yang menciptakan tarian untuk viral di TikTok, gerakan USPEER cocok dengan lagu dan ceritanya, membuat penampilan mereka terasa nyata dan terhubung.

Sebaliknya, “Telepathy” adalah lagu yang halus dan tenang dengan pengaruh UK garage dan R&B. Ini dipoles dan mudah didengarkan, tetapi terasa lebih aman dan kurang berani dibandingkan “Zoom.” Lagu ini memiliki instrumen yang indah, dan cara anggota menyanyikan “Telepathy” tetap teringat di pikiranmu. Karena ini adalah rilis pertama mereka, wajar jika mereka tidak mengambil risiko besar. Lagu ini menyenangkan dan menunjukkan kemampuan vokal mereka, tetapi tidak mendorong batasan kreatif sebanyak itu.

Debut USPEER lebih dari sekadar grup baru yang memasuki K-pop. Ini menandakan perubahan diam-diam dalam bagaimana feminitas dapat ditunjukkan dan diekspresikan. Dengan mengadopsi gaya yang biasanya terlihat di grup laki-laki, USPEER menantang gagasan bahwa suara, penampilan, atau sikap tertentu hanya milik satu gender saja. Mereka menunjukkan bahwa artis harus bebas untuk mengeksplorasi gaya atau perasaan apa pun yang mereka inginkan. Jika mereka terus melangkah ke arah ini, kita mungkin akan melihat era baru yang lebih terbuka di K-pop di mana kreativitas lebih berarti daripada terikat pada aturan lama.

Dengan debut mereka, USPEER mengisyaratkan perubahan yang dapat membentuk kembali bagaimana feminitas diekspresikan dalam K-pop.