Comeback Corner

NCT 127, TUIDE, XG & MORE

Baca terus pilihan kami untuk pekan ini.

By Chyenne Tatum

Rilisan K-pop (dan yang beririsan dengan K-pop) minggu ini berada di dua kutub: yang riuh dan menggebu versus yang mulus dan understated. Di sisi yang lebih heboh, NCT 127 dan XG masing-masing menghadirkan track hip-hop yang menghentak dan lagu bernuansa punk, dengan peran sebagai para outcast liar yang berniat membalik dunia. Di sisi lain ada TUIDE, DINO dari SEVENTEEN, dan RIIZE, yang sama-sama berlabuh pada gaya dance dan soul yang lebih chill.


NCT 127 - “BLINGY”

Setelah merilis pre-release B-side track mereka, “Piñata,” boy group NCT 127 resmi comeback dengan album terbaru mereka, BLINGY. Dibandingkan era sebelumnya, Walk, pada 2024, grup ini sementara beranggotakan lima orang: Johnny, Yuta, Taeyong, Jaehyun, dan Haechan, sementara Doyoung dan Jungwoo saat ini sedang menjalani wajib militer. Namun, absennya mereka sama sekali tidak memperlambat langkah kuintet ini, yang tahun ini merayakan ulang tahun ke-10 mereka lewat title track terbaru yang juga berjudul “BLINGY.” Tetap setia pada ciri khas mereka, track ini digambarkan sebagai lagu hip-hop yang dibangun di atas synth terdistorsi, drum berat, dan chorus bernuansa chant, dengan reinterpretasi unsur rage dan dubstep dalam gaya khas grup ini. Dengan chorus yang agresif, bass yang kasar, dan sikap yang liar, “BLINGY” adalah NCT 127 sejati dari inti terdalamnya — tanpa kompromi, berani, dan sangat “neo.”

TUIDE - “SUN KISS”

Menjadi girl group pertama di bawah label anak perusahaan terbaru HYBE, ABD (A Bold Dream), grup beranggotakan tujuh orang TUIDE resmi debut dengan “SUN KISS,” single utama dari mini album pertama mereka, Tune & Play. Dengan atmosfer santai dan ringan, TUIDE dan label mereka mendeskripsikan gaya lagu ini sebagai “soultronic,” perpaduan soul dan musik elektronik yang akan menjadi fondasi sound inti grup ke depannya. Soultronic secara alami memadukan kehangatan musik soul dengan nuansa stylish dari musik elektronik, jelas member TUIDE, Seoyeon. Meski banyak grup rookie cenderung debut dengan title track yang enerjik dan penuh warna, nada “SUN KISS” yang lebih lembut dan melankolis justru terasa segar, sekaligus memberi gambaran tentang apa yang bisa diharapkan dari diskografi TUIDE yang sedang bertumbuh.

XG - “O.R.B (Obviously Reads Bro)”

Dikenal karena menggabungkan R&B awal 2000-an, hip-hop, dance-pop, house, dan electronic dance, grup Jepang XG kembali membalik permainan lewat single baru mereka, “O.R.B (Obviously Reads Bro).” Meninggalkan lanskap suara sebelumnya, grup beranggotakan tujuh orang ini mengusung pop-punk Y2K dengan estetika punk yang sama-sama berwarna dan sikap yang sepenuhnya selaras, meniru dengan pas nuansa artis punk Amerika seperti Simple Plan dan Avril Lavigne. Secara konsep, “O.R.B” adalah surat cinta yang penuh semangat untuk member termuda XG, Cocona, yang pada 2025 mengungkap dirinya sebagai transmasculine non-binary, dengan lirik yang dipenuhi referensi “bro” — sebuah nod kepada pronoun barunya, he/they. Walau XG sudah membuktikan bahwa mereka bisa masuk ke kategori apa pun yang mereka pilih — sleek, tajam, memikat — wajar jika liar dan rebel menjadi langkah berikutnya dalam evolusi grup ini.

DINO (SEVENTEEN) - “LIKE IT”

Setelah merilis album solo pertamanya, 吉BOARD (Gilboard), lewat alter ego-nya, Picheolin, DINO dari SEVENTEEN kembali dengan video musik lain untuk B-side track “LIKE IT” — tetapi kali ini sebagai dirinya sendiri. Berakar pada dance-pop dengan unsur EDM, “LIKE IT” sangat kontras dengan album tempat lagu ini berada, sehingga berhasil menjauh dari unsur-unsur Korea tradisional yang diwakili oleh Picheolin. Namun tanpa nama itu, gaya personal DINO tampil rapi, terukur, dan magnetis, dengan track ini mengombinasikan beat synthesizer yang mulus dan berirama untuk menonjolkan koreografi grup dan pasangan yang tajam sepanjang video. Jika Picheolin merepresentasikan kegembiraan, nostalgia, dan estetika Korea vintage, maka DINO merepresentasikan pengekangan yang sensual, kontrol, dan era modern K-pop.

RIIZE - “Sunburst”

Setelah merilis single Jepang kedua mereka, “All of You,” pada Februari, boy group RIIZE kembali dengan original Jepang lainnya, “Sunburst.” Mirip dengan sound yang sudah mereka bangun lewat “Impossible” pada 2024, track ini juga merupakan lagu dance berbasis house, meski dengan nuansa yang jauh lebih santai dan easygoing, sehingga terasa menyatu sempurna dengan playlist K-pop akhir musim panas tahun ini. Menggabungkan beat yang ritmis dengan bunyi synth yang sejuk, “Sunburst” menangkap spontanitas cinta dan kemauan untuk terjun ke kedalaman jika itu berarti mempertahankan perasaan yang menggetarkan itu. “If you jump, I jump, right beside you,” Anton dan Sohee saling bergantian menyanyikan bagian pre-chorus pertama. Secara sonik, single ini adalah pesta yang memukau bagi telinga dan gema dari kekuatan terbesar RIIZE dalam rilisan yang digerakkan oleh dance.

Cart

×