Oleh Isabel Miller
Pada Minggu, 19 Juli, BTS tampil di final FIFA World Cup sebagai bagian dari half-time show pertama dalam sejarah kompetisi tersebut.
Final yang mempertemukan Spain dan Argentina itu digelar di New York New Jersey Stadium (juga dikenal sebagai MetLife Stadium) di hadapan hampir 83.000 penonton. Selama jeda 30 menit, sejumlah musisi naik ke lapangan di antara para penari latar, orkestra, dan dekorasi berwarna-warni untuk sebuah perayaan internasional berdurasi 11 menit.
BIGHIT MUSIC
Susunan penampil yang digagas oleh Chris Martin dari Coldplay ini menampilkan beragam aksi, termasuk Madonna, Shakira, dan Justin Bieber. Di sela-sela tiap penampil, juga ada kemunculan bintang Ted Lasso (2020-23) Jason Sudeikis dan Brendan Hunt serta legenda sepak bola Ronaldo dan Ronaldinho. Semuanya berpuncak pada penampilan yang berpusat pada “love,” kata yang ditulis besar di atas lapangan.
BTS membawakan “Dynamite,” lagu yang melambungkan mereka ke ketenaran internasional pada 2020. Meski bukan rilisan baru bagi grup ini, “Dynamite” merepresentasikan kesuksesan K-pop secara global, dan aransemen pop yang cerah serta liriknya yang penuh semangat selaras dengan atmosfer acara. Nuansa dan keselarasan dengan bagian lain dari half-time show diprioritaskan ketimbang mempromosikan lagu-lagu dari album reuni BTS ARIRANG, dan pilihan itu terbukti efektif saat mereka benar-benar “menyalakan malam” dalam balutan jersey olahraga.
BIGHIT MUSIC
Penampilan ini hadir empat tahun setelah Jungkook dari BTS tampil dalam soundtrack resmi untuk FIFA World Cup 2022 yang digelar di Qatar. Ia membawakan lagu “Dreamers” dalam upacara pembukaan 2022 di Al Bayt Stadium, Al Khor. Kemunculan BTS yang kedua ini menegaskan prominensi grup tersebut dan memperkuat hubungan dengan artis internasional yang sebelumnya pernah mereka ajak bekerja sama; BTS berkolaborasi dengan Coldplay lewat “My Universe” pada 2021, dan kedua grup itu kembali tampil bersama di final setelah BTS menyelesaikan kewajiban wajib militernya.
Selain itu, penampilan ini juga masuk di antara berbagai kemunculan artis K-pop di ajang yang lebih luas. Lisa dari BLACKPINK tampil di upacara pembukaan di California menjelang pertandingan pertama tim U.S., dan Jihyo dari TWICE tampil dalam lagu soundtrack World Cup “Follow Me” bersama French Montana, Ludmilla, dan Adriana C. Penyanyi utama sekaligus penulis KPop Demon Hunters EJAE — yang juga telah berkontribusi dalam penciptaan banyak hits K-pop, termasuk beberapa lagu dari aespa, TWICE, dan NMIXX — turut terlibat dalam anthem utama kompetisi, “DNA (More Than A Game),” bersama penyanyi klasik Andrea Bocelli, yang mereka bawakan sebelum laga pembuka. K-pop yang terus hadir berulang kali di ajang global seperti ini menunjukkan pertumbuhan genre tersebut, melampaui sekadar tambahan simbolis yang sesekali muncul.
GETTY IMAGE
Penampilan ini menandai pertama kalinya BTS tampil di New York New Jersey Stadium — tetapi jelas bukan yang terakhir. Pada 1 dan 2 Agustus 2026, BTS dijadwalkan membawa World Tour ‘ARIRANG’ ke venue tersebut untuk dua konser headlining berturut-turut, dan keduanya sudah habis terjual. Penggemar di media sosial membagikan bahwa antrean virtual Ticketmaster untuk acara itu mencapai lebih dari 400.000 orang, jauh melampaui kapasitas sekitar 82.500. BTS mampu menghabiskan tiket venue final FIFA World Cup, salah satu acara terbesar di dunia, menunjukkan kesuksesan mereka sekaligus menjadi alasan mengapa mereka dipilih untuk berpartisipasi dalam half-time show bersejarah pertama itu.
Usai berpartisipasi dalam half-time show FIFA World Cup, BTS akan melanjutkan leg Amerika Utara dari World Tour ‘ARIRANG’ sebelum beralih ke Amerika Latin pada Oktober.